DK PBB Approved! Pasukan Stabilitas Internasional (ISF) Go ke Gaza, Rusia & China Abstain
WASHINGTON, (nusaetemnews.com) – Breaking News! Dewan Keamanan (DK) PBB pada Senin (17/11) resmi mengadopsi resolusi yang disponsori Amerika Serikat (AS). Isi resolusi? Pembentukan Pasukan Stabilitas Internasional (ISF) di Jalur Gaza.
Resolusi ini disetujui 13 negara anggota, lho. Hanya Rusia dan China yang memilih abstain (tidak setuju maupun menolak).
ISF Ngide Apa di Gaza?
Pasukan ISF ini akan bekerja sama dengan Israel dan Mesir, dengan mandat awal selama dua tahun. Tugas mereka seabrek, gaes, antara lain:
- Mengamankan perbatasan Gaza.
- Melindungi warga sipil dan menyalurkan bantuan kemanusiaan.
- Melatih kembali kepolisian Palestina.
- Mengawasi proses pelucutan senjata Hamas dan kelompok bersenjata lainnya.
Plot twist-nya, pasukan Israel dijadwalkan bakal menarik diri dari Gaza setelah ISF mengambil alih kendali penuh.
Peran The Boss (AS)
Menurut teks resolusi, upaya keamanan, bantuan, dan rekonstruksi Gaza bakal dikoordinasikan oleh Badan Perdamaian transisi yang diketuai langsung oleh Presiden AS, Donald Trump.
Badan ini yang akan mengarahkan Gaza menuju otoritas Palestina yang telah direformasi. FYI, rencana ini sejalan dengan rencana 20 poin Trump yang diumumkan akhir September, di mana Hamas dan faksi lain harus melepaskan peran mereka dalam pemerintahan di Gaza.
Timeline Gencatan Senjata
Sebagai pengingat, gencatan senjata antara Israel dan Hamas sudah berlaku sejak 10 Oktober. Tiga hari setelah itu, pada 13 Oktober, Deklarasi gencatan senjata Gaza ditandatangani oleh Trump, Presiden Mesir Abdel Fattah Sisi, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (ant/one)