Ditengah Konflik Iran, Pemerintah Pasang Badan Mitigasi Jamaah Umrah di Arab Saudi
Jakarta, nusaetamnews.com : Ketegangan regional di Timur Tengah yang memicu penutupan ruang udara di beberapa negara tetangga bikin pemerintah Indonesia langsung siaga satu. Fokus utamanya? Memastikan ribuan jamaah umrah Indonesia tetap aman dan kepulangannya terkendali.
Staf Teknis Urusan Haji (KUH) Jeddah, Muhammad Ilham Effendy, mengonfirmasi bahwa tim khusus sudah disebar untuk menjaga stabilitas pelayanan di lapangan.
“Kami membentuk tiga tim yang bekerja dalam tiga shift di tiga titik bandara utama (Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal Haji). Ini buat antisipasi kalau ada delay atau perubahan jadwal terbang mendadak,” ujar Ilham, Minggu (1/3).
Update Ruang Udara: Siapa yang Tutup?
Beberapa negara tetangga Arab Saudi sudah resmi menggembok wilayah udara mereka demi keamanan, di antaranya:
- Tutup Total: Qatar, UEA, Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah.
- Terbatas & Waspada: Arab Saudi, Oman, Yordania, dan Lebanon (masih beroperasi tapi sangat selektif).
Nasib Jamaah Umrah Gimana?
Meskipun situasi regional panas, ada beberapa poin penting yang perlu dicatat:
- Kondisi Arab Saudi Aman: Aktivitas di dalam negeri Saudi sejauh ini masih normal dan terkendali. Jadi, jamaah yang lagi ibadah nggak perlu panik berlebih.
- Antisipasi Stranded (Terlantar): KUH Jeddah terus komunikasi intens sama maskapai dan travel (Syarikah) buat cari solusi kalau ada jamaah yang tertahan di bandara akibat pembatalan terbang.
- KBRI Riyadh Standby: WNI di sana diminta tetap tenang tapi tetap update info resmi dari otoritas setempat.
Pesan buat Keluarga di Indonesia Pemerintah menjamin keselamatan dan kenyamanan jamaah jadi prioritas nomor satu. Koordinasi dengan otoritas penerbangan terus dilakukan 24 jam non-stop. (ant/one)