Didemo Mahasiswa, Rudy Mas’ud Klaim Sudah Bangun Jalan dan Jembatan
Samarinda — Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud menyatakan provinsi ini telah mempercepat pembangunan jalan dan jembatan di wilayah pedalaman, menyusul sorotan mahasiswa terkait ketimpangan infrastruktur di daerah terpencil.
Isu ini menjadi salah satu tuntutan utama Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (Geram) dalam aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Kaltim, Senin 23 Februari 2026.
Mahasiswa menilai masih banyak wilayah pedalaman yang belum tersentuh pembangunan jalan dan jembatan secara merata, sehingga berdampak pada mobilitas dan akses pendidikan maupun ekonomi.
Menanggapi hal itu, Rudy Mas’ud menjelaskan sebagian besar jalan di pedalaman termasuk jalan nasional, yang kewenangannya berada di pemerintah pusat.
“Tidak semua jalan bisa kami perbaiki langsung karena ada aturan hukum yang mengatur alokasi anggaran,” jelas Rudy di depan para pengunjukrasa.
Meski begitu, Pemprov Kaltim mengklaim telah membangun puluhan kilometer jalan provinsi dalam waktu singkat, termasuk menyelesaikan jembatan yang mangkrak selama puluhan tahun.
Salah satunya adalah jembatan di wilayah Kutai Timur yang berhasil rampung setelah empat periode gubernur sebelumnya tidak terselesaikan.
“Setelah empat periode gubernur baru kita yang berhasil menyelesaikan jembatan tersebut,” tegasnya.
Pemerintah menegaskan, percepatan pembangunan ini dilakukan dengan memperhatikan legalitas anggaran dan melibatkan dinas teknis terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perhubungan.
Namun, mahasiswa meminta pemerintah membuka data capaian pembangunan secara transparan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara nyata.
Isu pembangunan infrastruktur ini menjadi kunci pemerataan ekonomi dan pelayanan publik di Kaltim, khususnya di daerah terpencil.
Mahasiswa menekankan bahwa percepatan proyek harus dibarengi pengawasan publik untuk memastikan keberlanjutan dan kesetaraan akses antarwilayah (ray).