Subscribe

Dari Tepi Sungai hingga “Atas Awan”: Menjelajahi Spot Bukber Paling Hits di Kota Tepian

3 minutes read

Samarinda, nusaetamnew.com :  Begitu jarum jam menunjukkan pukul 17.00 WITA, “perang” reservasi meja di Samarinda dimulai. Bagi warga Kota Tepian, momen buka puasa bersama (bukber) bukan sekadar urusan mengisi perut yang kosong, melainkan ajang unjuk eksistensi dan mempererat silaturahmi.

Tahun ini, peta kuliner Samarinda semakin berwarna. Dari konsep vintage yang estetik hingga makan malam dengan pemandangan lampu kota dari ketinggian, inilah deretan tempat bukber yang sedang menjadi buah bibir.

Citra Niaga: Wajah Lama, Semangat Baru

Jika dulu Citra Niaga identik dengan pusat oleh-oleh, kini kawasan ini bertransformasi menjadi epicenter anak muda Samarinda. Bukber di Citra Niaga menawarkan sensasi open-air yang unik.

Deretan coffee shop kekinian yang menempati ruko-ruko kayu legendaris memberikan nuansa “Semarang atau Jogja” di tengah Kalimantan. “Buka puasa di sini itu vibes-nya dapat banget. Selesai makan, tinggal geser sedikit sudah bisa foto-foto estetik buat di-upload ke Instagram,” ujar Clarissa, seorang konten kreator lokal. Menu yang ditawarkan pun beragam, mulai dari Japanese bowl hingga nasi goreng rempah yang menggugah selera.

Romansa di Atas Mahakam: Resto Apung dan Tepian

Bagi mereka yang ingin merasakan denyut nadi Samarinda yang sesungguhnya, berbuka di atas kapal atau resto apung di sepanjang Sungai Mahakam tetap menjadi pilihan utama.

Suasana syahdu saat azan berkumandang, beradu dengan suara mesin kapal ponton yang melintas, memberikan pengalaman berbuka yang tidak bisa ditemukan di kota lain. Menu andalannya? Tentu saja ikan patin bakar atau udang galah yang segar, dicocol dengan sambal raja yang pedasnya menendang.

Menembus Awan di Bukit Steling dan Siradj Salman

Samarinda bukan hanya tentang sungai. Bagi pemburu pemandangan kota (city light), kawasan perbukitan seperti Puncak Samarinda atau kafe-kafe di area Bukit Steling kini tengah naik daun.

Melihat lampu-lampu kota mulai menyala satu per satu saat waktu Maghrib tiba memberikan kepuasan tersendiri. Sementara itu, bagi penyuka keramaian dan variasi menu, koridor Jalan Siradj Salman tetap menjadi “surga” kuliner. Di sini, segala jenis makanan—dari All You Can Eat (AYCE) ala Korea hingga masakan Padang legendaris—berjejer rapi siap memanjakan lidah.

Bukber Mewah dengan View Menara

Tak ketinggalan, hotel-hotel berbintang di Samarinda juga berlomba menyajikan paket bukber yang menarik. Salah satu yang paling dicari adalah restoran dengan view langsung ke arah Masjid Islamic Center.

Menikmati hidangan buffet internasional sambil memandang kemegahan menara masjid yang bercahaya menjadi pilihan favorit bagi keluarga atau pertemuan bisnis. “Lebih praktis, pilihannya banyak, dan pemandangannya juara,” kata Andi, seorang karyawan swasta yang sedang mengatur acara kantornya.

Setiap sudut Samarinda memiliki cerita tersendiri dalam merayakan waktu berbuka. Apapun pilihannya—baik itu lesehan di pinggir jalan atau makan mewah di hotel—esensi bukber di Kota Tepian tetaplah sama: merayakan kebersamaan di atas keberagaman rasa.

Jadi, sudahkah Anda mengamankan meja untuk bukber hari ini? Jangan sampai kehabisan tempat, karena di Samarinda, meja kosong menjelang Maghrib adalah barang langka! (one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *