Dari Limbah Jadi Cuan: Kisah 84 Perempuan Balikpapan Sulap Tekstil Jadi Produk Fashion High-End
BALIKPAPAN, nusaetamnews.com : Siapa sangka limbah tekstil dan plastik yang biasanya berakhir di TPA bisa berubah jadi produk fashion bernilai tinggi? Melalui program Rumah Berdaya KPI, Kilang Pertamina Internasional (KPI) baru saja membuktikan bahwa menjaga bumi dan menambah saldo rekening bisa dilakukan dalam satu langkah keren.
Resmi ditutup pada 11 Desember 2025, program yang dimulai sejak 2023 ini sukses menjadi motor penggerak ekonomi sirkular bagi 84 perempuan di Balikpapan. Bukan sekadar pelatihan menjahit biasa, para peserta di sini diajarkan cara mengolah limbah menjadi produk berkualitas yang dilirik pasar.
Angka yang Berbicara: Lebih dari Sekadar Angka
Dampak dari program ini nggak main-main. Pjs. Sekretaris Perusahaan KPI, Milla Suciyani, membagikan beberapa highlight keberhasilan mereka:
- Peningkatan Cuan: Pendapatan peserta melonjak drastis hingga 3-4 kali lipat. Kelompok ini bahkan punya potensi omzet mencapai Rp10 juta per bulan.
- Jam Kerja Produktif: Menciptakan 6.178 jam kerja yang bermakna bagi para ibu rumah tangga dan perempuan setempat.
- Bantu Bumi Bernapas: Berhasil mengolah 295,5 kg limbah dan memangkas emisi karbon sebanyak 5,15 ton $CO_2$.
- Target Masa Depan: Pada 2026, kapasitas daur ulang diprediksi melesat hingga 1 ton limbah dengan potensi pengurangan emisi mencapai 16 ton $CO_2$.
Eti & Kolaborasi Global
Eti (44), salah satu peserta, menceritakan betapa program ini mengubah hidupnya. “Kami belajar menjahit dan recycle plastik. Hasilnya? Selain ramah lingkungan, ekonomi keluarga saya sekarang jauh lebih stabil,” tuturnya bangga.
Kerennya lagi, Eti dan kawan-kawan nggak cuma bikin produk sembarangan. Mereka dipercaya mengerjakan proyek daur ulang untuk merek fashion ternama. Keberhasilan ini berkat kolaborasi apik dengan Liberty Society Foundation, sebuah social enterprise bersertifikat B Corp.
CEO Liberty Society, Tamara Gondo, menegaskan bahwa ini bukan sekadar aksi amal (charity). “Ini inisiatif berkualitas tinggi. Kami membuktikan bahwa dampak sosial dan lingkungan bisa jalan bareng lewat pendekatan ekonomi sirkular,” kata Tamara.
Warisan untuk Komunitas
Meski program pendampingan secara formal berakhir, dampaknya dipastikan terus berlanjut. “Perubahan para peserta adalah bukti nyata bahwa pemberdayaan bisa menciptakan efek domino bagi keluarga dan komunitas. Kami bangga bisa jadi bagian dari perjalanan mereka,” tutup Milla.(ant/one)