Dari Jantung Borneo untuk Serambi Mekkah: Solidaritas Tanpa Batas Forum KTT Kaltim
SAMARINDA, nusaetamnews.com: Jarak ribuan kilometer antara hamparan tambang di Kalimantan Timur dengan wilayah pesisir Sumatera tak menyurutkan langkah kemanusiaan. Di tengah duka yang menyelimuti Aceh dan sekitarnya akibat bencana alam di penghujung tahun 2025, sebuah napas solidaritas terus berembus konsisten dari Bumi Etam.
Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kaltim kembali membuktikan bahwa kepedulian mereka bukan sekadar aksi sekali jalan, melainkan komitmen kemanusiaan yang berkelanjutan.
Komitmen Tahap Kedua di Penghujung Tahun
Menutup tahun 2025 dengan aksi nyata, FKTT Kaltim melakukan penyerahan bantuan tahap kedua pada Selasa, 30 Desember 2025. Bantuan tambahan sebesar Rp10 juta diserahkan melalui BAZNAS Kaltim, menambah total donasi yang sebelumnya telah disalurkan.
Penyerahan di penghujung tahun ini menjadi simbol bahwa di tengah persiapan menyambut tahun baru, fokus FKTT Kaltim tidak bergeser dari upaya pemulihan saudara-saudara di Sumatera yang masih berjuang di pengungsian.
Penyaluran Satu Pintu dan Tepat Sasaran
Ketua FKTT Kaltim, Agah Wahyu Nugraha, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan akumulasi dari kepedulian para anggota forum yang bergerak secara kolektif. “Kami ingin memastikan bahwa di masa transisi menuju tahun yang baru, dukungan untuk Aceh dan Sumatera tidak terputus,” ungkapnya.
Langkah konsisten ini disambut hangat oleh BAZNAS Kaltim. Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, mengapresiasi langkah FKTT yang kembali hadir di tahap kedua ini. Dana tersebut segera diintegrasikan dengan program BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) yang saat ini masih bersiaga di lapangan.
Sinergi Bersama Pemerintah Provinsi
Aksi FKTT ini menjadi bagian dari gelombang besar bantuan Kalimantan Timur. Pemerintah Provinsi Kaltim sendiri telah mengalokasikan bantuan signifikan hingga Rp7,5 miliar untuk pemulihan wilayah terdampak.
Sinergi antara pemerintah daerah dan asosiasi profesi seperti FKTT ini menciptakan sistem dukungan yang kuat, meliputi:
- Logistik dan Pangan: Memastikan dapur umum di Aceh Tamiang tetap mengepul.
- Pendampingan Lapangan: Koordinasi intensif tim AJU untuk memastikan distribusi bantuan tepat sasaran di titik-titik tersulit seperti Lhokseumawe.
Menuju Pemulihan di Tahun Baru
Di tengah hujan yang masih sering mengguyur wilayah Aceh, kehadiran bantuan tahap kedua dari FKTT Kaltim di tanggal 30 Desember ini menjadi suntikan semangat baru. Ini adalah pesan kuat dari Bumi Etam: bahwa persaudaraan lintas pulau tetap kokoh hingga kalender berganti.
Dari dalam perut bumi Kalimantan, lahir energi kebaikan yang tak hanya menerangi industri, tapi juga menghangatkan hati mereka yang sedang tertimpa musibah di ujung barat nusantara. (one)