Dapur Umum Dinsos Kaltim ‘Standby’ di Paser: Pasok Ratusan Porsi Buat Korban Kebakaran Muara Adang
Samarinda, nusaetamnews.com : Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Timur bergerak cepat merespons tragedi kebakaran hebat yang melanda Desa Muara Adang, Kabupaten Paser. Sebuah fasilitas dapur umum darurat resmi didirikan mulai Jumat (27/2) malam untuk menjamin kebutuhan pangan para penyintas.
Mewakili Kepala Dinas, Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kaltim, Achmad Rasyidi, mengonfirmasi bahwa langkah ini adalah prioritas utama untuk menangani 173 jiwa dari 58 KK yang kehilangan tempat tinggal.
Gercep Menu Berbuka dan Sahur
Operasi hari pertama langsung tancap gas. Tim gabungan yang terdiri dari Dinsos Kaltim, Dinsos Paser, relawan Tagana, hingga aparat desa setempat menyiapkan sedikitnya 370 porsi makanan siap santap.
“Fokus awal adalah memastikan warga bisa berbuka puasa dengan layak. Setelah distribusi menu buka selesai, tim langsung pivot untuk menyiapkan masakan sahur bagi warga terdampak,” ungkap Rasyidi saat dihubungi dari Samarinda.
Fasilitas dapur umum ini dipastikan akan terus beroperasi penuh mengikuti eskalasi kebutuhan di lapangan selama beberapa hari ke depan.
Petasan di Kios BBM Jadi Pemicu?
Berdasarkan data kaji cepat di lapangan, kebakaran yang menghanguskan 45 rumah di Kecamatan Long Ikis pada Kamis (26/2) sore itu diduga kuat dipicu oleh hal sepele yang berakibat fatal.
Informasi sementara menyebutkan api berasal dari percikan petasan yang sedang dimainkan, lalu menyambar tumpukan barang mudah terbakar di sebuah kios BBM eceran milik warga. Material bangunan yang mayoritas dari kayu membuat api uncontrollable dan merembet kilat ke permukiman padat.
Langkah Selanjutnya: Kaji Cepat & Pendataan
Selain urusan perut, Dinsos Kaltim terus melakukan pendataan komprehensif untuk memetakan kebutuhan mendesak lainnya, seperti pakaian, perlengkapan bayi, hingga obat-obatan.
“Langkah kaji cepat ini krusial. Kita ingin identifikasi secara akurat apa saja yang paling dibutuhkan masyarakat saat ini agar bantuan yang masuk nantinya tepat sasaran,” tambah Rasyidi. (ant/one)