Subscribe

Dana Desa 2026 Fokus ke 8 Sektor Utama: Bye-bye Kemiskinan Ekstrem, Hello Desa Digital!

2 minutes read

Jakarta, nusaetamnews.com : Kabar penting buat lo yang peduli sama pembangunan dari akar rumput! Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) baru saja merilis “peta jalan” buat penggunaan Dana Desa tahun 2026. Gak main-main, ada delapan fokus utama yang bakal jadi panduan perangkat desa biar anggarannya gak meleset.

Aturan main ini tertuang dalam Permendes Nomor 16 Tahun 2025. Menurut Direktur Fasilitasi Pemanfaatan Dana Desa, Friendy Parulian Sihotang, aturan ini dibuat supaya pembangunan desa makin sinkron sama target nasional.

Apa aja sih poin-poin progresifnya? Yuk, kita bedah satu-satu:

BLT Gak Lagi Pakai “Pagu”, Tapi Pakai Hati (dan Data)

Ada yang beda di 2026. Kalau dulu Bantuan Langsung Tunai (BLT) dipatok persentasenya dari total dana desa, sekarang aturannya lebih fleksibel. Besaran BLT bakal disesuaikan sama kebutuhan riil dan kemampuan masing-masing desa.

  • Nominal: Maksimal Rp300 ribu per bulan per keluarga.
  • Sistem: Bisa cair bulanan atau dirapel sesuai hasil musyawarah desa. Targetnya jelas: menghapus kemiskinan ekstrem sampai nol!

Desa “Glow Up” Jadi Tangguh Iklim

Isu climate change bukan cuma urusan orang kota. Dana Desa 2026 bakal dialokasikan buat bikin desa lebih survive menghadapi bencana. Mulai dari urusan kelola sampah, cegah karhutla, kendali banjir, sampai rehabilitasi mangrove buat desa di pesisir.

Kesehatan Jadi Prioritas (Gak Cuma Fisik, Tapi Mental!)

Fokus kesehatan makin luas. Selain revitalisasi poskesdes dan perang lawan stunting atau penyakit menular kayak TBC, Kemendes juga mulai melirik isu kesehatan jiwa serta pencegahan penyalahgunaan narkotika. Desa sehat, warganya makin produktif.

Ketahanan Pangan & Energi

Desa didorong buat punya lumbung pangan mandiri. Gak cuma itu, dukungan buat Koperasi Desa Merah Putih dan pengembangan energi desa juga masuk dalam daftar prioritas tahun ini.

Infrastruktur Digital & Potensi Lokal

Ini yang paling ditunggu kaum milenial desa! Kemendes PDT mendorong digitalisasi desa. Dana bisa dipakai buat bangun infrastruktur teknologi biar desa makin “melek” digital. Selain itu, pengembangan potensi unik atau keunggulan lokal tiap desa juga bakal disupport biar bisa bersaing di level nasional maupun global.

Padat Karya Tunai (PKTD)

Buat urusan bangun-bangun infrastruktur fisik, skemanya tetap pakai Padat Karya Tunai Desa. Tujuannya simpel: kasih lapangan kerja buat warga lokal biar perputaran duit tetap di desa sendiri.

“Penggunaan dana desa tahun 2026 harus jadi pedoman pemerintah desa dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” tegas Friendy dalam sosialisasi di Jakarta, Selasa.

Dengan fokus yang makin spesifik ini, harapannya desa-desa di Indonesia gak cuma sekadar “ada”, tapi benar-benar bertransformasi jadi pusat ekonomi baru yang mandiri dan melek teknologi. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *