Cap Go Meh di Samarinda, Kebersamaan di Tengah Keberagaman
SAMARINDA – Suasana Gedung Olah Bebaya Samarinda, Selasa (3/3/2026), dipenuhi nuansa merah dan semarak perayaan Cap Go Meh. Ratusan warga Tionghoa bersama tamu undangan berkumpul merayakan hari ke-15 setelah Imlek yang menjadi penutup rangkaian Tahun Baru Cina.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur H Seno Aji hadir didampingi istrinya, Hj Wahyu Hernangsih. Ia membuka langsung perayaan yang digelar Yayasan Youngcum Etam Sukses Sejahtera Samarinda itu.
Di hadapan tamu dan tokoh masyarakat Tionghoa, Seno menyampaikan ucapan selamat Imlek dan Cap Go Meh. Namun lebih dari sekadar seremoni, ia menekankan pentingnya perayaan ini sebagai simbol kebersamaan.
“Cap Go Meh bukan sekadar penutup perayaan Imlek. Ini juga penanda harapan baru dan semangat persaudaraan,” ujarnya.
Menurutnya, perayaan budaya seperti ini menjadi cermin wajah Kalimantan Timur yang majemuk. Ia menyebut keberagaman di Bumi Etam selama ini justru menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan. Bahkan kedamaian dari keberagaman Kaltim telah berkali-kali mendapat apresiasi nasional melalui capaian terbaik dalam Harmoni Award.
“Kalimantan Timur adalah rumah besar bagi banyak suku dan agama. Nilai toleransi dan gotong royong sudah lama menjadi fondasi kehidupan sosial kita,” katanya.
Ia juga menyinggung bahwa perayaan Cap Go Meh yang berlangsung terbuka dan meriah menunjukkan harmoni antarwarga berjalan nyata.
Tradisi bisa dirayakan dengan penuh sukacita tanpa mengganggu atau mengurangi rasa hormat terhadap yang lain.
Selain sebagai perayaan budaya, kegiatan ini dinilai punya dampak ekonomi. Seno menyebut ajang seperti Cap Go Meh berpotensi menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, terutama jika dikemas lebih luas dan konsisten setiap tahun.
“Kita berharap masyarakat Tionghoa terus mengambil peran dalam pembangunan daerah, baik di bidang ekonomi, sosial, pendidikan maupun kemanusiaan,” ucapnya.
Acara ini juga dihadiri perwakilan Forkopimda Kaltim, Ketua Yayasan Youngcum Etam Sukses Sejahtera Samarinda Franklin Winata, Ketua Panitia Andi Gani Mulia, serta tokoh-tokoh masyarakat Tionghoa di Samarinda.
Perayaan berlangsung meriah dengan rangkaian pertunjukan seni dan silaturahmi antarwarga. Di tengah dinamika pembangunan dan perubahan di Kalimantan Timur, Cap Go Meh tahun ini kembali menjadi pengingat bahwa harmoni sosial tetap menjadi modal utama daerah ini melangkah ke depan.