Bye Gap Digital! 841 Desa di Kaltim Siap Berubah Jadi “Smart Village” via SAKTI Gemas
SAMARINDA – Bayangkan kalau ngurus surat domisili atau jualan produk UMKM desa bisa secepat pesan ojek online. Itulah mimpi besar di balik transformasi Smart Village yang lagi digeber Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim.
“Smart village ini bukan sekadar ikut-ikutan tren teknologi. Ini fondasi biar desa bisa beradaptasi dan tumbuh relevan dengan zaman,” tegas Kepala DPMPD Kaltim, Puguh Harjanto, Selasa (10/2).
100% Desa Terkoneksi Internet
Kabar paling fundamental: Seluruh 841 desa di Kaltim sekarang sudah terlayani akses internet. Ini adalah modal awal buat menjalankan program internet gratis desa yang jadi prioritas Pemprov. Tapi, internet cuma “pintu masuk”-nya. Di dalamnya, ada kolaborasi lintas instansi:
- Diskominfo: Fokus bikin tata kelola desa makin transparan. Biar warga tahu dana desa dipakai buat apa saja lewat akses informasi digital.
- DPPKUKM: Ngajarin warga desa soal digital marketing. Produk desa nggak cuma dijual di pasar kaget, tapi dipoles kemasannya (packaging) biar bisa nembus pasar global.
- Mitra Telekomunikasi: Pastikan sinyal di pelosok tetap stabil, nggak ngadat pas dipakai kerja.
6 Pilar “Smart Village” Kaltim
Biar disebut “Desa Cerdas”, ada enam indikator yang harus dipenuhi:
- Smart People: Warganya melek teknologi.
- Smart Living: Kualitas hidup naik berkat fasilitas modern.
- Smart Environment: Kelola lingkungan pakai data (misal: sistem buang sampah teratur).
- Smart Government: Urusan admin desa cepat dan nggak ribet.
- Smart Economy: UMKM desa masuk ke ekosistem digital (jualan online).
- Smart Mobility: Logistik dan transportasi desa makin efisien.
Kenalan sama SAKTI Gemas
Ini yang paling ditunggu-tunggu. Tahun ini, DPMPD Kaltim mulai mengintegrasikan semua layanan desa ke dalam satu Super App bernama SAKTI Gemas (Satu Akses Kalimantan Timur Menuju Generasi Emas).
Nantinya, warga cukup buka satu aplikasi ini buat akses berbagai layanan pemerintah. Praktis, kan? Aplikasi ini digadang-gadang jadi kado spesial buat perjalanan Kaltim menuju visi Indonesia Emas 2045. (ant/one)