Bye Fosil, Hello Food Estate! Kaltim Siap Jadi “Dapur Utama” IKN di Tahun 2026
Bontang, nusaetamnews.com : Selama puluhan tahun, Kalimantan Timur (Kaltim) identik dengan “Raksasa Energi” berkat batu bara dan minyaknya. Tapi di awal 2026 ini, ceritanya mulai berubah. Benua Etam resmi melakukan pivot besar-besaran menjadi pusat industri pangan nasional demi menyokong kebutuhan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud—atau yang akrab disapa Gubernur Harum—menegaskan kalau Kaltim nggak mau lagi cuma jadi penonton. “Kami siap bertransformasi. Dulu energi fosil, sekarang mitra strategis wilayah pangan baru,” tegasnya di Bontang, Sabtu lalu.
Move On dari Bahan Mentah ke Produk Premium
Strategi Gubernur Harum ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang baru saja meninjau progres IKN. Kaltim nggak mau lagi cuma kirim barang mentah, tapi pengen jadi daerah pengolah yang punya nilai tambah.
Berikut adalah action plan Kaltim di tahun 2026:
- Cetak Sawah Masif: Targetnya nggak main-main, ada 20.000 hektare sawah baru yang bakal dibuka tahun ini.
- Smart Farming: Dari total lahan itu, sekitar 9.500 hektare bakal dikelola pakai teknologi pertanian presisi. Jadi, bukan pertanian tradisional biasa, tapi sudah pakai sentuhan digital!
- Hilirisasi di Kutai Kartanegara: Lagi dipacu proyek pabrik pengolahan rumput laut dan pabrik minyak makan. Jadi, petani bisa jual produk jadi yang harganya jauh lebih mahal.
Kenapa Kaltim Harus Mandiri Pangan?
Kehadiran IKN bikin kebutuhan pangan di kawasan ini melonjak drastis. Rudy Mas’ud pengen Kaltim mandiri dan nggak terus-terusan bergantung sama pasokan dari luar daerah atau luar pulau.
“Kehadiran IKN menuntut kita untuk mandiri. Kita ingin petani sejahtera, industri tumbuh, dan harga pangan di Indonesia Timur tetap stabil,” ujar Rudy optimis.
Peluang Baru Buat Kamu!
Transformasi ini diprediksi bakal buka lapangan kerja luas di sektor agribisnis dan industri pengolahan. Buat kamu yang tertarik di dunia startup pertanian atau logistik pangan, Kaltim bakal jadi “superhub” ekonomi yang menjanjikan banget tahun ini.
Kaltim lagi proses rebranding jadi provinsi hijau yang mandiri pangan. Dengan distribusi pupuk yang stabil dan teknologi smart farming, masa depan petani Kaltim bakal jauh lebih glowing. (ant/one)