Bye-bye Salah Sasaran! Dinsos Kaltim ‘Bersih-bersih’ Data Bansos Lewat Ground Check
SAMARINDA – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Timur nggak mau lagi ada drama bantuan sosial (bansos) yang salah alamat. Saat ini, tim gabungan sedang turun ke lapangan untuk melakukan ground check besar-besaran demi mencocokkan data penerima dengan kondisi riil di akar rumput.
Langkah ini diambil untuk memberantas fenomena exclusion error (orang miskin yang nggak terdata) dan inclusion error (orang mampu yang malah dapat bantuan).
Verifikasi Tatap Muka: Pastikan Objektif
Kepala Dinsos Kaltim, Andi Muhammad Ishak, menegaskan bahwa validasi data kali ini dilakukan secara face-to-face. Petugas dari pemerintah pusat, BPS, hingga pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) diterjunkan langsung ke rumah warga.
“Petugas akan mengklarifikasi secara objektif status kelayakan masyarakat. Terutama bagi mereka yang seharusnya sudah ‘gugur’ dari daftar penerima subsidi negara karena ekonominya sudah membaik,” ujar Andi di Samarinda, Rabu (25/02/2026).
Strategi ‘Graduasi’ Agar Warga Nggak Kaget
Dinsos Kaltim juga menyiapkan mekanisme transisi yang halus. Tujuannya, agar warga yang sudah mandiri secara ekonomi tidak merasa diputus bantuannya secara mendadak.
- Monitoring Ketat: Memantau kelompok masyarakat di desil satu (paling rentan) agar bisa “naik level”.
- Transisi Terukur: Memberikan pemahaman sebelum status kepesertaan dicabut karena sudah mampu.
Fokus Pemberdayaan & Kelompok Rentan
Selain merapikan data, Dinsos Kaltim kini lebih mendedikasikan energinya untuk program pengembangan kapasitas ekonomi. Bukan cuma kasih bantuan tunai, tapi juga bikin rakyat miskin jadi lebih produktif.
Meski begitu, bantuan langsung tetap diprioritaskan untuk kelompok yang benar-benar membutuhkan (vulnerable groups), seperti:
- Penyandang Disabilitas
- Lansia Telantar
- Veteran & Janda Veteran
Dengan pendataan yang lebih “kece” dan akurat ini, diharapkan bansos di Kaltim ke depannya benar-benar menjadi alat pengungkit kesejahteraan, bukan sekadar bagi-bagi anggaran. (ant/one)