Subscribe

Bye-Bye Migas! Kukar Kini “Gaspol” Transformasi Ekonomi Lewat UMKM & Kain Serat Alami

2 minutes read

Tenggarong, nusaetamnews.com:  Sudah bukan rahasia lagi kalau Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) selama ini hidup dari kekayaan perut bumi seperti migas dan batu bara. Tapi, Pemkab Kukar sadar betul kalau sumber daya alam itu ada “masa kedaluwarsanya”.

Guna menyiasati itu, Kukar kini sedang giat-giatnya melakukan transisi besar: mengubah ekonomi tak terbarukan menjadi ekonomi kreatif yang bisa terus dikembangkan, mulai dari UMKM, pertanian, hingga pariwisata.

40 Ribu UMKM Jadi Kekuatan Baru

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, menegaskan bahwa pemerintah nggak mau main-main dalam membina para pelaku usaha lokal. Saat ini, tercatat ada 40.776 unit UMKM di Kukar yang memproduksi segalanya—mulai dari minuman herbal, kuliner hits, hingga kerajinan tangan yang aesthetic.

“Kami berkomitmen terus melakukan pembinaan. Apalagi setiap kecamatan punya produk unggulan yang unik-unik,” ujar Rendi di Tenggarong, Rabu.

Highlight: Rumah Produksi Salambar dan “Mimpi” Ibu Rumah Tangga

Salah satu yang lagi jadi bintang adalah Rumah Produksi Salambar di Kelurahan Salok Api Darat, Kecamatan Samboja Barat. Lokasinya strategis banget karena masuk dalam zona delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dua hari lalu, Rendi sempat mampir ke sana. Menariknya, industri rumahan yang memproduksi kain serat alami ini baru berdiri setahun, tapi progresnya gila-gilaan!

  • Origin Story: Berawal dari mimpi ibu-ibu rumah tangga setempat yang ingin menciptakan lapangan kerja bagi banyak orang.
  • Keunikan: Kain Salambar dibuat dari bahan dasar pohon endemik lokal. Hasilnya? Kain khas dengan tekstur alami yang punya potensi besar menembus pasar nasional.
  • Dukungan Pemerintah: Usaha yang tadinya tumbuh organik ini sekarang disuntik dukungan oleh Pemkab Kukar biar kualitas dan kuantitas produksinya makin “naik kelas”.

Bentuk Dukungan yang Nggak Kaleng-Kaleng

Bukan cuma sekadar kunjungan, Pemkab Kukar juga menyiapkan instrumen pendukung buat para pelaku ekraf dan UMKM:

  1. Bantuan Modal Usaha: Biar urusan dapur produksi tetap ngebul.
  2. Inkubasi Bisnis: Pendampingan agar pelaku usaha punya strategi marketing dan manajemen yang pro.
  3. Pemberdayaan: Fokus pada penguatan kualitas produk supaya siap bersaing di level internasional.

Bottom line-nya: Kukar sedang menyiapkan diri jadi pemain utama ekonomi kreatif di gerbang IKN. Jadi, kalau kalian cari produk lokal yang punya soul dan ramah lingkungan, Kain Salambar dari Kukar bisa jadi pilihan utama! (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *