Bye-bye Beras Impor! Bulog Paser-PPU Kini 100% Andalkan Petani Lokal
Penajam, nusaetamnews.com : Era ketergantungan beras dari luar daerah bagi masyarakat Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara (PPU) resmi berakhir. Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Cabang (Kancab) Paser-PPU memastikan seluruh stok beras di gudang mereka saat ini murni berasal dari serapan gabah petani lokal.
Kepala Bulog Kancab Paser-PPU, Muhammad Mukhlis, menegaskan bahwa stok beras impor maupun pasokan dari luar provinsi sudah tidak lagi menghiasi gudang mereka sejak tahun 2025.
Stok Melimpah, Konsumsi Aman
Hingga Maret 2026, tercatat persediaan beras di gudang Bulog mencapai 2.000 ton. Angka ini dinilai lebih dari cukup untuk meng-cover kebutuhan warga di dua kabupaten tersebut.
- Konsumsi Bulanan: Sekitar 300 ton per bulan.
- Ketahanan Stok: Dengan stok yang ada, kebutuhan masyarakat aman untuk beberapa bulan ke depan tanpa perlu pasokan tambahan dari luar.
“Gabah produksi petani lokal kita sudah melampaui kebutuhan masyarakat. Tidak ada lagi persediaan dari luar daerah di gudang kami,” ujar Mukhlis di Penajam, Senin (30/3).
Target Serapan 2026 Naik Signifikan
Keberhasilan swasembada ini didorong oleh performa apik serapan gabah sepanjang tahun lalu. Pada 2025, Bulog berhasil menyerap 12.000 ton Gabah Kering Panen (GKP) dengan harga beli yang kompetitif, yakni Rp6.500 per kilogram.
Untuk tahun 2026, target serapan dipatok lebih tinggi guna memperkuat cadangan pangan:
- Target 2026: 15.286 ton GKP.
- Realisasi 2025 (PPU): 11.000 ton GKP.
- Realisasi 2025 (Paser): 1.000 ton GKP.
Lumbung Pangan Kalimantan Timur
Data terbaru menunjukkan kedua kabupaten ini mengalami surplus beras yang sangat signifikan setiap tahunnya. Estimasi surplus tahunan mencatat angka yang fantastis:
- Kabupaten PPU: Surplus sekitar 21.570 ton.
- Kabupaten Paser: Surplus sekitar 12.584 ton.
Surplus ini membuktikan bahwa wilayah Paser dan PPU bukan sekadar penyangga, melainkan tulang punggung ketahanan pangan di Provinsi Kalimantan Timur, terutama dengan kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di wilayah tersebut. (ant/one)