Subscribe

Bukan Sekadar Pasar Takjil, Kampung Ramadan Temindung Jadi ‘Creative Hub’ Ngabuburit Sampai Sahur!

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Ramadan 1447 H di Samarinda punya spot baru yang lagi trending. Kampung Ramadan Temindung resmi dibuka di Temindung Creative Hub, Kelurahan Bandara, Sabtu (21/2) malam. Bedanya dari pasar musiman biasa? Kawasan ini hidup hampir 24 jam, mulai dari waktu buka puasa hingga sahur!

Konsep unik ini langsung bikin warga menyerbu lokasi sejak hari pertama. Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, menyebut antusiasme ini jadi bukti kalau warga Samarinda butuh ruang publik yang lebih interaktif dan nggak cuma sekadar tempat jajan.

“Antusiasme masyarakat keren banget. Ini bisa kita dorong jadi pusat ngabuburit sekaligus ikon baru di Samarinda,” ujar Ririn bangga.

UMKM Naik Kelas: Dari Sertifikasi Halal sampai QRIS

Selama 23 hari ke depan (21 Februari – 11 Maret 2026), sebanyak 60 stan bazar bakal memanjakan lidah pengunjung. Menariknya, dari sekitar 30 pelaku UMKM yang terlibat, banyak yang merupakan binaan warga lokal yang sudah “naik kelas”.

Nggak cuma jualan, para pelaku UMKM ini sudah dibekali amunisi bisnis modern:

  • Legalitas Lengkap: Sudah punya Nomor Induk Berusaha (NIB).
  • Jaminan Mutu: Pengurusan sertifikat halal yang difasilitasi.
  • Cashless Society: Transaksi sudah pakai QRIS hasil kolaborasi dengan perbankan syariah.

Paket Lengkap: Dari Beras Bulog sampai Motor Listrik

Kampung Ramadan Temindung yang diinisiasi Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) ini bener-bener jadi one-stop solution. Selain berburu kuliner, pengunjung bisa:

  1. Sembako Murah: Beli beras Bulog dengan harga terjangkau.
  2. Money Exchange: Layanan penukaran uang pecahan baru buat Lebaran.
  3. Bursa Otomotif: Cek tren kendaraan terbaru, mulai dari motor konvensional sampai motor listrik.

Kolaborasi Komunitas Jadi Kunci

Ketua Pelaksana, Agung Gunawan Wibisono, menjelaskan bahwa jam operasional hingga sahur dirancang untuk memperlebar peluang cuan bagi pedagang. “Peluang usaha UMKM jadi lebih panjang, dan warga punya tempat kumpul yang asyik sampai dini hari,” katanya.

Ririn Sari Dewi menambahkan, kekuatan utama acara ini ada pada kolaborasi komunitas. “Pemerintah mendukung, tapi komunitas yang gerak. Ini adalah penguatan ekonomi kreatif yang nyata. Sebagian besar UMKM di sini sudah punya brand sendiri,” tutupnya.

Bagi kamu yang bosan dengan suasana pasar Ramadan yang itu-itu saja, Kampung Ramadan Temindung siap jadi ruang temu baru yang lebih dinamis dan berwarna. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *