Bukan Sekadar Baca, Kukar Jadikan Khataman Al-Quran Sebagai ‘Booster’ Toleransi & Prestasi Anak Muda
Tenggarong, nusaetamnews.com : Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) punya cara keren buat mencetak generasi muda yang nggak cuma jago skill, tapi juga punya attitude juara. Lewat momen khataman Al-Quran, Pemkab Kukar ingin menanamkan nilai toleransi dan saling menghormati di tengah perbedaan suku, ras, dan agama.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setkab Kukar, Akhmad Taufik Hidayat, menegaskan bahwa Al-Quran adalah kompas hidup, termasuk dalam urusan menghargai sesama.
“Khataman ini momentum penting. Kita ingin menjadikan Al-Quran pedoman hidup, terutama dalam membina generasi muda di berbagai lini,” ujar Taufik di Tenggarong, Sabtu (28/2).
GEMA Kukar: Gerakan Mengaji di Kantor Pemerintah
Lewat program Gerakan Etam Mengaji (GEMA), mengaji bukan lagi kegiatan eksklusif di rumah atau masjid. Para ASN di tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kukar wajib meluangkan waktu tadarus setiap hari kerja.
Salah satu yang sukses adalah Dispora Kukar. Belum juga masuk pertengahan Ramadan, mereka sudah berhasil menamatkan 30 juz.
- Targetnya: ASN dan masyarakat bukan cuma jago baca, tapi juga jago implementasi nilai-nilai sabar, jujur, dan disiplin dalam pelayanan publik.
- Kolaborasi: Kegiatan ini juga melibatkan santri Pondok Pesantren Al-Abqory untuk mempererat silaturahmi.
Visi 2029: Tiap RT Cetak Atlet & Hafiz Quran
Program ini nggak main-main karena sudah masuk dalam misi ke-4 RPJMD Kukar 2025–2029. Pemkab Kukar bahkan menyiapkan “amunisi” lewat program RT-Ku Terbaik dengan alokasi dana Rp150 juta per RT.
Duit segitu buat apa aja? Ini rinciannya:
- Support Kegiatan Kepemudaan & Olahraga: Biar anak muda punya wadah positif.
- Target Prestasi: Tiap RT ditantang mencetak minimal satu atlet berprestasi dan satu penghafal Al-Quran (Hafiz).
Pesan untuk Gen Z & Atlet Kukar
Taufik berharap para pemuda dan atlet di Kukar menjadikan momen ini sebagai titik balik transformasi diri. Baginya, Dispora punya peran strategis: mencetak anak muda yang unggul di lapangan (olahraga), tapi tetap kuat secara iman dan jadi pelopor toleransi. “Kita ingin mereka jadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi sesama,” tutupnya. (ant/one)