Subscribe

Bukan Sekadar Baca Buku! Perpustakaan Desa di Kaltim Kini Jadi “Lab” UMKM hingga Solusi Stunting

2 minutes read

SAMARINDA, nusaetamnews.com : Image perpustakaan yang kaku dan membosankan sepertinya sudah mulai “basi” di Kalimantan Timur. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltim lagi serius banget menggarap Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).

Hasilnya? Perpustakaan desa nggak cuma jadi tempat pinjam buku, tapi berubah fungsi jadi pusat pemberdayaan masyarakat yang super produktif!

“Program TPBIS tahun ini tetap jadi prioritas utama kami. Perpustakaan desa sekarang harus bisa kasih praktik keterampilan hidup buat warga,” ujar Hana Iriana, Kabid P3KM DPK Kaltim, Kamis.

Dari Daun Kelor Sampai Dapur Sehat

Salah satu contoh sukses yang bikin bangga adalah Perpustakaan Sumber Ilmu di Desa Binuang, Penajam Paser Utara (PPU). Tempat ini sukses jadi “wadah nongkrong” produktif buat ibu-ibu:

  • Olahan Daun Kelor: Warga diajarkan menyulap daun kelor jadi produk makanan bernilai ekonomi. Efeknya? Bisa nambah cuan buat keluarga!
  • Prestasi Nasional: Berkat inovasi ini, Desa Binuang sukses menyabet Juara 3 Nasional lomba perpustakaan desa tahun 2025 dari Perpusnas.
  • Lawan Stunting: Di lokasi lain, perpustakaan desa juga aktif bikin “Dapur Sehat” untuk meningkatkan gizi anak-anak sekitar.

Banjir Hibah Buku & Strategi Baru Perpusnas

Dukungan buat literasi desa ini juga makin kuat berkat bantuan Bacaan Buku Bermutu (B3) dari Perpusnas. Rata-rata setiap desa dapet hibah sekitar 1.000 judul buku.

Menariknya, sekarang ada pergeseran strategi. Biar anak-anak makin suka baca, koleksi buku bantuan sekarang didominasi oleh komik dan buku bergambar. Tujuannya jelas: bangun pondasi literasi lewat cara yang seru!

Target Berikutnya: Literasi Masuk Posyandu!

Nggak berhenti di situ, DPK Kaltim lagi merancang rencana ambisius buat intervensi literasi langsung ke Posyandu.

“Kami ingin dampak literasi terasa sampai ke unit keluarga terkecil. Tantangannya memang berat karena letak geografis desa di Kaltim yang luas, tapi kami tetap komitmen,” tambah Hana.

Harapannya, perpustakaan desa bisa jadi pusat kegiatan solutif. Jadi masyarakat nggak cuma pintar baca, tapi juga mandiri secara ekonomi dan lebih sehat. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *