Subscribe

Bukan Cuma “Suntikan Dana”, Program RT-Ku di Kukar Jadi Motor Pembangunan dari Level Akar Rumput!

2 minutes read

Tenggarong, nusaetamnews.com : Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus tancap gas dalam memperkuat kemandirian wilayahnya. Melalui program unggulan “RT-Ku Terbaik”, Pemkab Kukar mengucurkan dana segar senilai Rp150 juta per RT tiap tahunnya. Langkah ini bukan sekadar bagi-bagi anggaran, tapi sebuah misi transformasi besar.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa kebijakan ini adalah bentuk inovasi pembangunan partisipatif. Artinya, pembangunan nggak lagi melulu didikte dari “atas”, tapi lahir dari usulan warga sendiri.

Dari Warga, Oleh Warga, Untuk Warga

“Ini adalah perubahan paradigma. Kita ubah pola top-down menjadi bottom-up. Masyarakat mengusulkan lewat musyawarah, dan pemerintah hadir sebagai fasilitator,” ujar Bupati Aulia di Tenggarong, Senin (12/1).

Program yang masuk dalam visi Kukar Idaman Terbaik ini punya beberapa goals utama:

  • Upgrade Infrastruktur Mikro: Perbaikan jalan lingkungan, drainase, hingga lampu jalan yang bikin kawasan makin nyaman.
  • Pemberdayaan Ekonomi: Pelatihan UKM dan pengembangan produk unggulan desa agar warga makin mandiri secara finansial.
  • Revitalisasi Sosial: Menghidupkan kembali semangat gotong royong, kegiatan posyandu, hingga agenda keagamaan.

Spirit Gotong Royong 2.0

Menariknya, program ini terbukti membangkitkan lagi jiwa sosial warga Kukar. Bupati menceritakan fenomena keren di lapangan: banyak warga yang terlibat dalam pembangunan fisik menolak dibayar. Upah mereka justru dialihkan untuk menambah volume pembangunan atau kegiatan sosial lainnya. Ada juga warga yang sukarela merogoh kocek pribadi untuk menyumbang agar hasil pembangunan di lingkungannya lebih maksimal.

Pesan untuk Pengurus RT Baru

Dalam kunjungannya ke Kecamatan Sebulu pada Sabtu (10/1) lalu, saat melantik pengurus RT periode 2026–2031, Bupati Aulia memberikan “pesan cinta” kepada para ujung tombak pemerintahan tersebut.

“Ketua RT harus hadir di tengah masyarakat. Pahami kondisi warga, aktif bantu selesaikan masalah sosial, dan yang paling penting: kelola dana ini dengan transparan serta tepat sasaran,” tegasnya.

Dengan alokasi Rp150 juta ini, diharapkan RT bukan lagi sekadar unit administratif, melainkan motor penggerak kesejahteraan yang nyata di depan pintu rumah warga. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *