Subscribe

Bukan Cuma ‘School Meal’, Indonesia Pionir Program Makan Gratis Plus-Plus: Ibu Hamil & Balita Jadi Prioritas Utama!

2 minutes read

Jakarta, nusaetamnews.com :  Badan Gizi Nasional (BGN) baru saja mengeluarkan “manual” tegas buat seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lapangan. Pesannya satu: Jangan buru-buru ke sekolah kalau kelompok 3B (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita) belum tercover.

Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, meluruskan pemahaman yang sempat keliru di lapangan. Ternyata, masih banyak mitra yang langsung “gercep” kerja sama dengan sekolah begitu dapur SPPG berdiri, padahal target paling rentan justru ada di rumah-rumah warga.

Inovasi ‘School Meal Plus’ yang Diakui Dunia

Kalau di luar negeri biasanya cuma ada program makan gratis di sekolah (school meal), Indonesia selangkah lebih maju. Kita punya konsep School Meal Plus.

  • Delivery Service: Indonesia jadi pionir yang mengantarkan makanan bergizi langsung ke pintu rumah ibu hamil dan balita lewat bantuan kader Posyandu.
  • Fokus 1.000 HPK: Ini bukan sekadar bagi-bagi nasi kotak, tapi investasi serius buat menjaga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Indonesia bukan sekadar school meal, tapi plus karena kita memikirkan kelompok 3B ini,” ujar Sony dalam keterangannya, Minggu.

Geser Pola Pikir: Dari Aceh Sampai Papua

Selain bikin perut kenyang, program ini ternyata pelan-pelan mengubah mindset masyarakat tentang arti “makan enak”. Kalau dulu asal kenyang, sekarang anak-anak dari desa sampai kota mulai paham rumus gizi seimbang:

  1. Karbohidrat
  2. Protein
  3. Serat
  4. Vitamin

Kenapa Harus Kelompok 3B Dulu?

Prioritas ini diambil karena masa pertumbuhan otak dan fisik yang paling krusial terjadi sejak dalam kandungan hingga usia balita. Jadi, memastikan asupan gizi ibu dan anak di fase ini adalah kunci utama untuk memutus rantai stunting di Indonesia. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *