Bukan Cuma Dekorasi: Ini Makna ‘Hoki’ di Balik Hiasan Imlek Versi Pakar Feng Shui
Jakarta, nusaetamnews.com : Perayaan Imlek identik dengan nuansa merah dan berbagai pernak-pernik khas di rumah keluarga keturunan Tionghoa. Namun, tahukah kamu kalau deretan pajangan itu bukan sekadar estetik? Menurut pakar Feng Shui, Yulius Fang, setiap benda tersebut adalah simbol doa untuk “mengundang” keberuntungan alias hoki sepanjang tahun.
“Semua orang, dari muda sampai tua, butuh keberuntungan dalam hidup. Itulah mengapa Feng Shui, astrologi, hingga Bazi berusaha menghadirkan energi positif tersebut,” ujar Yulius kepada ANTARA, Selasa.
Filosofi Tulisan ‘Fu’ Terbalik
Salah satu hiasan paling ikonik adalah tulisan Fu (simbol bahasa Tionghoa untuk beruntung). Menariknya, banyak yang memasang simbol ini secara terbalik. Ternyata, ada life hack spiritual di baliknya!
- Makna Terbalik: Memasang tulisan Fu secara terbalik dipercaya bisa “menumpahkan” rezeki dan keberuntungan langsung ke pemilik rumah.
- Harapan: Simbol ini sering dipasang permanen agar usaha sang pemilik rumah selalu mendatangkan cuan dan hasil maksimal.
Buah dan Pajangan Pembawa ‘Vibe’ Positif
Selain tulisan Fu, ada beberapa item wajib yang biasanya nangkring di meja tamu atau sudut rumah saat Sincia:
- Jeruk & Apel: Jeruk melambangkan kemakmuran, sementara Apel melambangkan Ping An (aman, damai, dan harmoni).
- Koin Emas & Kotak Harta: Simbol klasik untuk menarik energi kemakmuran dan rezeki yang melimpah.
- Fu Lu Shou: Trio patung dewa yang mewakili paket lengkap kehidupan: Keberuntungan (Fu), Karier cemerlang (Lu), dan Panjang umur (Shou).
- Caishen (Dewa Harta): Sosok yang paling dicari saat Imlek sebagai simbol kekayaan.
Ritual Malam Sincia: ‘Open House’ buat Dewa Harta
Ada tradisi unik untuk menyambut Dewa Harta saat malam tahun baru. Masyarakat Tionghoa biasanya membuka lebar pintu dan jendela, serta menyalakan semua lampu rumah. Tujuannya simpel tapi bermakna: sebagai simbol kesiapan menerima berkah dan keberuntungan yang datang.
Mitos vs Fakta: Hujan Saat Imlek
Yulius Fang juga meluruskan beberapa anggapan yang sering beredar di masyarakat. Ternyata, kepercayaan bahwa hujan saat Imlek membawa hoki atau menaruh benda tajam bisa membawa sial sebenarnya tidak berhubungan langsung dengan tradisi asli Tionghoa.
“Keberuntungan akan datang bersama kerja keras. Penting untuk mengiringi usaha dengan doa,” tegas Yulius.
Jadi, intinya dekorasi itu adalah mood booster dan pengingat, tapi eksekusi tetap ada di tangan kita masing-masing! (ant/one)