Subscribe

BREAKINGNEWS ! Korban Tewas Runtuhnya Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Melonjak Drastis, Capai 37 Jiwa!

2 minutes read

SIDOARJO, nusaetamnews.com. Tragedi runtuhnya bangunan di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, kian menyayat hati. Hingga Minggu (5/10) pagi, jumlah korban meninggal dunia terus meroket, bahkan telah mencapai 37 orang. Tim SAR gabungan berjibaku tanpa henti dalam operasi pencarian yang telah memasuki hari keenam dan berlanjut 24 jam penuh.

Awalnya, pada Sabtu (4/10) malam, Basarnas mencatat total 26 santri meninggal dan 104 orang selamat. Namun, lonjakan dramatis terjadi setelah Tim SAR gabungan, di bawah koordinasi Direktur Operasi Basarnas, Yudhi Bramantyo (selaku SAR Mission Coordinator/SMC), berhasil mengevakuasi belasan jenazah tambahan dari reruntuhan bangunan.

Proses Evakuasi: Malam yang Penuh Tangis

Proses pencarian pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari benar-benar intens. Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi total 12 korban meninggal pada hari Sabtu (4/10) saja. Jenazah-jenazah tersebut ditemukan secara berdekatan, terutama di sektor A3.

“Hingga saat ini total korban yang ditemukan sebanyak 130 orang, terdiri atas 104 selamat dan 26 meninggal dunia,” kata Yudhi Bramantyo dalam keterangan yang diterima pada Minggu dini hari. Namun, data terkini yang dihimpun per Minggu (5/10) pagi menunjukkan angka duka yang lebih tinggi: Total Korban Meninggal: Mencapai 37 orang (data terbaru per Minggu pagi). Korban Selamat: Tetap di angka 104 orang.

Kendala Identifikasi dan Dugaan Penyebab

Dari total korban jiwa yang ditemukan, Basarnas melaporkan bahwa mayoritas jenazah, yakni 21 korban, belum dapat diidentifikasi karena kondisi yang sulit. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim menghadapi tantangan besar karena kondisi jenazah yang sudah mulai mengalami pembusukan, membuat proses sidik jari sulit dilakukan. Mereka kini mengandalkan pencocokan data antemortem (data sebelum kejadian) dan pengambilan sampel DNA yang prosesnya memakan waktu 2 hingga 3 minggu.

Peristiwa nahas ini terjadi pada Senin (29/9) sore saat ratusan santri sedang melaksanakan salat Asar berjemaah di gedung tiga lantai, yang merupakan musala dan asrama putra. Tragisnya, bangunan tersebut dikabarkan masih dalam tahap pembangunan di bagian lantai atas (pengecoran atap). Beberapa laporan menyebutkan adanya indikasi “kegagalan konstruksi” atau pembangunan yang tidak sesuai standar sebagai dugaan kuat penyebab ambruknya musala tersebut.

Operasi SAR dipastikan terus berjalan 24 jam nonstop untuk mencari korban yang masih diduga tertimbun. Bantuan logistik, termasuk ratusan kantong jenazah dan alat berat (seperti crane dan excavator breaker), terus dikerahkan oleh BNPB dan tim gabungan. (sw/ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *