Subscribe

Borneo FC, Lahir untuk Menggantikan Kebanggaan yang Hilang di Samarinda

3 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com: Borneo FC adalah klub yang memiliki sejarah singkat namun penuh lompatan signifikan. Perjalanan klub ini terbagi menjadi beberapa era kunci:

Era Kelahiran dari Akusisi dan Semangat Suporter (2014)

Pendirian Cepat (7 Maret 2014): Borneo FC didirikan secara resmi pada 7 Maret 2014 oleh pengusaha muda H. Nabil Husien Said Amin. Pendirian ini dilakukan dengan cepat untuk segera berkompetisi di kasta tertinggi. Jalur Akuisisi: Klub ini tidak memulai dari nol di kompetisi terbawah. Untuk mendapatkan lisensi dan langsung berpartisipasi di Divisi Utama Liga Indonesia 2014 (kasta kedua), PT Nahusam Pratama Indonesia mengakuisisi klub Perseba Super Bangkalan.

DNA Suporter (Pusamania), Klub ini awalnya bernama Pusamania Borneo FC (PBFC). Nama ini menunjukkan ikatan yang sangat kuat dengan kelompok suporter mereka, Pusamania, yang sebelumnya merupakan pendukung setia klub lokal Samarinda, PS Putra Samarinda (yang kemudian pindah dan berganti nama menjadi Bali United). Kehadiran PBFC adalah respons suporter yang merasa “haus” akan klub kebanggaan baru di kota mereka. Promosi Instan: Hanya dalam kurun waktu kurang dari setahun, PBFC langsung meraih gelar Juara Divisi Utama 2014, sekaligus memastikan promosi ke kasta tertinggi (saat itu Indonesia Super League/ISL). Ini menandai permulaan yang sangat ambisius dan sukses.

Era Transisi dan Era Turnamen (2015–2016)

Periode ini ditandai oleh ketidakpastian di kancah sepak bola nasional akibat pembekuan PSSI, yang memaksa klub-klub bertanding di berbagai turnamen.

Ajang Pembuktian: Borneo FC memanfaatkan turnamen-turnamen ini sebagai ajang pembuktian diri di kasta tertinggi. Mereka mencapai babak 8 besar Piala Presiden 2015 dan Semifinal Piala Jenderal Sudirman 2015.

Gelar Pertama di Kandang: Puncak fase ini adalah saat Borneo FC berhasil menjuarai Piala Gubernur Kaltim 2016, mengalahkan Madura United di final. Gelar ini sangat berarti karena didapat di tanah Kalimantan Timur sendiri.

Era Liga 1 dan Profesionalisme (2017–Sekarang)

Perubahan Nama (2017): Klub resmi mengganti namanya menjadi Borneo FC untuk mengarungi kompetisi Liga 1, menghilangkan unsur “Pusamania” dari nama klub, meski suporter tetap menggunakan nama tersebut.

Konsistensi di Papan Atas: Sejak promosi, Borneo FC telah menjelma menjadi salah satu tim yang konsisten dan disegani di Liga 1. Meskipun belum pernah menjadi juara Liga 1 secara keseluruhan (hingga saat ini), mereka sering finis di posisi papan tengah dan atas (termasuk peringkat ke-4 pada Liga 1 2022/2023).

Prestasi Terbaru: Prestasi tertinggi Borneo FC di era Liga 1 adalah menjadi Juara Reguler Series Liga 1 2023/2024, sebuah pencapaian yang menunjukkan dominasi luar biasa mereka sepanjang musim, meskipun harus puas di posisi ketiga di Championship Series.

Klub Kebanggaan Kaltim: Borneo FC kini dikenal sebagai satu-satunya klub asal Kalimantan Timur yang stabil berkompetisi di kasta tertinggi, menjadikannya simbol kebanggaan bagi masyarakat Samarinda dan Kaltim.

Perspektif Histori

Dalam konteks sejarah sepak bola Indonesia, Borneo FC adalah contoh klub modern yang didirikan melalui jalur cepat (akuisisi) dan didorong oleh semangat suporter yang militan.

Histori Kontinu Sepak Bola Samarinda: Keberadaan Borneo FC sejatinya adalah kelanjutan dari hasrat sepak bola Samarinda yang sempat diwakili oleh klub seperti PS Putra Samarinda (PSPS). Pusamania (suporter) menjadi benang merah historis yang menghubungkan masa lalu klub lama dengan masa kini Borneo FC.

Model Bisnis Modern: Berbeda dengan klub-klub tradisional Indonesia yang berakar pada Perserikatan, Borneo FC mencerminkan model bisnis klub profesional modern yang berfokus pada manajemen yang kuat (dipimpin oleh Nabil Husein) dan orientasi prestasi instan sejak hari pertama. SIdentitas Regional: Nama “Borneo” dan julukan “Pesut Etam” (Pesut Mahakam) menguatkan identitas regional Kalimantan. Klub ini berupaya menjadi representasi sepak bola Kalimantan yang modern, kuat, dan ambisius di kancah nasional. (setia wirawan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *