Bikin Maratua Makin “Glowing”, Bupati Berau Kucurkan Rp50 Juta per RT Buat Kelola Sampah
Berau, nusaetamnews.com : Pulau Maratua bukan cuma sekadar destinasi, tapi aset kelas dunia. Menyadari hal itu, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas langsung pasang target tinggi: Maratua harus bebas sampah. Gak main-main, Pemkab Berau menyiapkan dukungan dana Rp50 juta per RT untuk menyulap tata kelola sampah di tingkat kampung.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Maratua yang punya pasir putih halus, air laut kristal, hingga hidden gem berupa goa alami dan mangrove, kini didorong untuk masuk ke level baru dalam standar kebersihan wisata internasional.
“Program Rp50 juta per RT ini kita harap jadi trigger budaya baru. Kita ingin kawasan wisata ini tetap bersih dan asri lewat tangan dingin masyarakat sendiri,” tegas Sri Juniarsih dalam agenda Musrenbang Kecamatan Maratua, Rabu (18/2).
Sampah Bukan Masalah, Tapi Cuan!
Bupati perempuan pertama di Berau ini juga mengajak warga mengubah mindset. Sampah jangan lagi dilihat sebagai kotoran, tapi peluang ekonomi melalui konsep circular economy:
- Sampah Organik: Diolah jadi kompos atau pakan ternak.
- Sampah Anorganik: Didaur ulang jadi barang bernilai jual (kerajinan/ekonomi kreatif).
“Kita harus wujudkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) di Maratua. Sampah itu punya nilai ekonomis kalau kita kelola dengan kreatif,” tambahnya.
Kolaborasi Lintas Lini
Untuk memastikan gerakan ini nggak cuma hangat-hangat kuku, Bupati menginstruksikan kolaborasi total:
- TP PKK: Mulai tingkat kabupaten sampai kampung wajib jadi motor penggerak gaya hidup bersih.
- Aparatur Kecamatan & Kampung: Dituntut lebih inovatif dan kreatif mengembangkan potensi wisata di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
- Masyarakat: Sebagai garda terdepan yang menjaga keasrian lingkungan sehari-hari.
Destinasi Unggulan Nasional & Internasional
Status Maratua sebagai destinasi unggulan Kalimantan Timur yang sudah diakui nasional hingga mancanegara membuat isu kebersihan menjadi harga mati. Apalagi dengan akses penerbangan Wings Air yang kini makin memudahkan turis datang ke pulau eksotis ini.
“Potensi wisata Maratua harus dikelola optimal buat dongkrak ekonomi warga. Di tengah efisiensi budget, inovasi adalah kunci agar daya tarik kita nggak luntur cuma gara-gara masalah sampah,” pungkasnya. (ant/one)