Biar Produk Lokal Gak Kalah Saing, 2.575 UMKM Indonesia Kini Sudah “Naik Kelas” Punya SNI!
Jakarta, nusaetamnews.com : Kabar keren buat kamu para pejuang produk lokal! Biar produk UMKM kita nggak cuma jago kandang tapi bisa go global, Badan Standardisasi Nasional (BSN) lagi gencar-gencarnya bagi-bagi “ilmu sakti”.
Hingga saat ini, BSN sudah membina 2.575 UMKM di seluruh Indonesia biar produk mereka punya label SNI (Standar Nasional Indonesia). Tujuannya jelas: biar mutu produk terjamin, konsumen makin percaya, dan pintu ekspor makin terbuka lebar!
Masih Banyak PR: Potensi UMKM Kita Gede Banget!
Meski angka ribuan itu terdengar banyak, Plt Kepala BSN, Y Kristianto Widiwardono, menyebut ini baru langkah awal. Bayangkan saja, data per Oktober 2025 menunjukkan ada sekitar 30,19 juta unit UMKM di Indonesia.
Jawa Barat masih jadi “sarang” UMKM terbesar dengan 5,4 juta unit, disusul Jawa Timur (4,58 juta) dan Jawa Tengah (4,45 juta). Bahkan di wilayah Timur seperti Papua, ribuan UMKM mulai tumbuh subur dan butuh sentuhan standar kualitas.
Strategi “Bootcamp”: Dari Gap Analysis sampai Sertifikat
Sepanjang tahun 2025 kemarin, BSN bikin program seru namanya Bootcamp SNI Bina UMK. Gak tanggung-tanggung, ada 1.033 pelaku usaha yang ikutan “kemah” bisnis ini.
Hasilnya?
- 361 UMKM dapat pendampingan intensif buat ngecek apa saja yang kurang dari produk mereka (gap analysis).
- 119 UMKM sukses pecah telur dan resmi mengantongi sertifikat SNI!
Kenapa Harus SNI?
Menurut Kristianto, SNI itu bukan sekadar stempel di kemasan. Ini adalah jaminan kalau produk kamu aman dan layak pakai.
“Melalui penerapan SNI, produk UMKM memiliki jaminan mutu yang diakui. Ini nilai tambah buat ningkatin kepercayaan konsumen dan buka akses pasar global,” jelasnya, Rabu (4/2/2026).
Langkah BSN ini juga sejalan sama instruksi Presiden yang mau perizinan dan sertifikasi buat UMKM itu dibuat simpel, nggak ribet, dan nggak pakai lama. Jadi, nggak ada lagi alasan buat bilang urus sertifikat itu “pusing”! (ant/one)