Subscribe

Bahlil Tantang BP: Kasih PI Blok Migas ke Papua Barat!

2 minutes read

JAKARTA (nusaetemnews.com) : Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia nggak main-main soal pemerataan. Dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI, Selasa (11/11), Bahlil secara terbuka meminta perusahaan migas raksasa Inggris, British Petroleum (BP), buat ngasih hak partisipasi (Participating Interest/PI) blok migasnya kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Papua Barat.

“Kemarin saya sudah rapat sama dia (BP). Saya minta kamu (BP) kasih dong PI untuk Papua,” tegas Bahlil.

Lokasi yang disorot adalah Teluk Bintuni, Papua Barat, tempat berdirinya Kilang LNG Tangguh—kilang gas alam cair terbesar di Indonesia dan merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dioperasikan BP.

Beban Tanggung Jawab Bahlil Berkurang

Bahlil ngaku, dengan ngasih PI ke Pemda, sebagian tanggung jawabnya ke masyarakat lokal juga bakal berkurang. Bahlil ngerasa ada ikatan batin dengan daerah tersebut.

“Kalau Papua dikasih, itu sebagian tanggung jawab saya juga berkurang. Saya tidak boleh bohong di negeri itu, bisa disumpah kuning, karena Bintuni sama Fakfak itu cuma sekitar 70 km jaraknya,” katanya.

Proyek Gas Kasuri Gaspol Produksi 2027

Selain BP, Bahlil juga update soal proyek gas lain. Proyek pengembangan Blok Gas Bumi Kasuri di Teluk Bintuni, yang dipegang Genting Oil Kasuri PTE LTD, dibanderol mulai berproduksi pada tahun 2027.

Saat ini, proyek pembangunan fasilitas Floating Liquefied Natural Gas (FLNG) udah mencapai 80 persen dan lagi digarap di China. “Genting Oil sudah nggak ada masalah,” confirm Bahlil.

SKK Migas Lagi Nego Harga sama PLN

Secara terpisah, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto (akrab disapa Djoksis) ngasih info bahwa mereka lagi negosiasi harga LNG dari proyek tersebut dengan PT PLN (Persero).

“Ini lagi negosiasi harganya dengan PLN. Mudah-mudahan deal, supaya semua bisa dalam negeri,” harap Djoksis.

Teluk Bintuni: Lumbung Energi Ber-APBD Jumbo!

Bahlil juga sempat nyorot Teluk Bintuni, yang disebutnya sebagai lumbung energi nasional. Kabupaten ini udah ngebuktiin kekayaan alamnya.

  • APBD-nya Jumbo: Mencapai sekitar Rp3,1 triliun.
  • Perbandingan: Angka ini gila banget buat ukuran kabupaten, hampir menyamai APBD Provinsi Papua Barat yang Rp3,5 triliun!

Bahlil negasin bahwa APBD sebesar itu datang dari Dana Bagi Hasil (DBH) minyak dan gas di Teluk Bintuni. Nggak heran, Bahlil mendorong agar cake PI ini ikut dinikmati juga oleh Pemda. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *