Subscribe

Awas FOMO Emas Digital! Pakar Unmul Ingatkan Anak Muda: Cek Legalitas, Jangan Sampai Ketipu Aplikasi Bodong!

2 minutes read

SAMARINDA – Tren emas digital memang lagi hype banget. Gampang, modal kecil, dan bisa dicicil—cocok buat dompet anak muda. Tapi, ada peringatan keras nih dari pakar!

Felisitas Defung, Ekonom dari Universitas Mulawarman (Unmul), mengingatkan para investor, terutama generasi milenial dan Gen Z, buat super hati-hati sama aplikasi investasi emas digital yang nggak terdaftar resmi.

“Apalagi ada aplikasi baru yang jualan emas padahal dia tidak terdaftar di Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi),” ujar Felisitas di Samarinda, Senin (3/11).

Gampang vs. Bahaya: Cek Izin Wajib Hukumnya!

Felisitas mengakui, kemudahan FinTech memang luar biasa. Dulu, beli emas harus nunggu uang terkumpul buat 1 gram. Sekarang? Cukup modal Rp500.000, bahkan kurang, sudah bisa nyicil emas.

“Itu sebuah kemudahan yang luar biasa dari berbagai aplikasi,” tambahnya.

Namun, kemudahan itu bak pedang bermata dua. Risiko penipuan dari platform ilegal sangat tinggi. Saran Felisitas? Sebelum tap tombol beli, WAJIB cek legalitas aplikasi pada otoritas pengawas terkait. Jangan sampai uangmu lenyap karena platform nggak punya izin resmi!

Hati-Hati Jebakan FOMO Emas 60%!

Felisitas menyoroti fenomena lain yang bikin investasi emas makin panas: Fear Of Missing Out (FOMO).

Harga emas dilaporkan sudah naik signifikan, bahkan mencapai 60% sepanjang tahun 2025! Kenaikan gila-gilaan ini, yang terus-menerus diumbar di media sosial, bikin banyak anak muda terdorong untuk ikutan beli.

“Secara psikologis muncul pikiran, ini kesempatan bagus, tak mau ketinggalan,” jelasnya.

Ingat! Emas Bukan Buat Spekulasi Jangka Pendek

Pakar ekonomi itu lantas mengingatkan, esensi investasi emas adalah jangka panjang, bukan buat spekulasi jangka pendek yang didorong oleh kepanikan FOMO.

“Ada investor yang mungkin terburu-buru membeli di harga tinggi dengan harapan akan segera naik lagi, padahal harga komoditas bersifat fluktuatif,” katanya.

Bandingkan dengan emas fisik. Kepemilikan sudah pasti, meskipun ada PR biaya dan risiko penyimpanan. Untuk investasi digital, kredibilitas platform adalah kunci! Pastikan mereka punya cadangan emas fisik (backup) yang nyata, bukan sekadar angka di aplikasi. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *