Subscribe

AS-Israel Pecah Kongsi Soal Draft Damai dengan Iran, Teheran Ajukan Syarat Berat

2 minutes read

Istambul, nusaetamnews.com : Hubungan Amerika Serikat (AS) dan Israel dilaporkan tengah memanas. Keduanya dikabarkan tidak sejalan mengenai rencana pengakhiran perang melawan Iran. Berdasarkan laporan lembaga penyiaran publik Israel, KAN, Kamis (26/3), keretakan ini dipicu oleh tiga isu krusial yang menjadi batu sandungan dalam negosiasi.

3 Isu Utama Pemicu Perselisihan:

  • Masa depan program rudal balistik milik Iran.
  • Mekanisme transfer uranium yang telah diperkaya kepada Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
  • Skema pelonggaran sanksi ekonomi terhadap Teheran.

Manuver 15 Poin Gedung Putih

Sebelumnya, AS dikabarkan telah mengirimkan draf usulan berisi 15 poin untuk menghentikan eskalasi melalui mediasi Pakistan. Pemerintahan Donald Trump bahkan mempertimbangkan opsi gencatan senjata sementara (jeda kemanusiaan) selama satu bulan sebagai pintu masuk menuju meja perundingan.

Namun, langkah ini memicu kekhawatiran di lingkaran politik Israel. Tel Aviv khawatir Washington terlalu terburu-buru mendorong gencatan senjata hanya demi membuka jalur dialog dengan Teheran.

“Iran saat ini mulai menggunakan narasi ‘perang tahap akhir’, namun mereka tetap mengajukan tuntutan yang sangat signifikan dalam komunikasi yang sedang berlangsung,” ujar seorang sumber politik Israel kepada KAN.

Balasan Teheran: Akui Kedaulatan Selat Hormuz

Mengutip kantor berita Tasnim, Iran secara resmi telah mengirimkan respons atas proposal AS tersebut. Bukan sekadar setuju, Teheran justru melayangkan sejumlah tuntutan keras sebagai syarat perdamaian, di antaranya:

  1. Penghentian total serangan dan pembunuhan di seluruh lini depan.
  2. Jaminan keamanan agar perang tidak terulang kembali.
  3. Pembayaran kompensasi perang.
  4. Pengakuan kedaulatan penuh Iran atas Selat Hormuz.

Konteks Eskalasi

Ketegangan ini merupakan puncak dari rentetan serangan udara masif yang dilancarkan duet AS-Israel sejak 28 Februari lalu. Operasi militer tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk tewasnya Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.

Iran merespons dengan menghujani Israel lewat serangan drone dan rudal, serta menyasar aset militer AS yang tersebar di Yordania, Irak, hingga kawasan negara-negara Teluk. Hingga saat ini, belum ada jadwal pasti mengenai pertemuan tatap muka antara pejabat AS dan Iran, meski upaya mediasi oleh Pakistan terus digeber. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *