Subscribe

AS Ancam Tarif 25%, Dubes Iran ke RI: “Jangan Takut, Mereka Bukan Raja Dunia!”

2 minutes read

Jakarta, nusaetamnews.com : Hubungan dagang Indonesia-Iran sedang diuji oleh gertakan tarif dari Washington. Menanggapi ancaman Presiden Donald Trump yang akan mematok tarif 25% bagi negara yang nekat berbisnis dengan Teheran, Duta Besar Iran untuk RI, Mohammad Boroujerdi, justru memberikan pesan santai namun menohok: Indonesia tidak perlu khawatir.

Dalam sesi wawancara khusus di Jakarta, Jumat (13/2), Dubes Boroujerdi menegaskan bahwa gertakan Amerika Serikat tidak seharusnya mendikte kedaulatan ekonomi negara merdeka seperti Indonesia.

Ekonomi Iran: “Sanksi Sudah Makanan Sehari-hari”

Bagi Iran, tekanan dari AS bukanlah barang baru. Boroujerdi mengingatkan bahwa negaranya sudah kenyang “dihujani” sanksi berat selama lebih dari 47 tahun. Bukannya tumbang, ekonomi Iran justru diklaim makin tangguh dan melesat di sektor teknologi serta pendidikan.

“Amerika Serikat itu bukan raja dunia. Mereka tidak bisa mendikte aturan kepada negara merdeka seperti Indonesia,” tegas Boroujerdi.

Kunci Melawan Dominasi: Perkuat Kerja Sama

Dubes Iran menilai bahwa mengikuti kemauan “kekuatan besar” hanya akan membuat ekonomi global semakin menderita. Solusinya? Justru dengan memperluas kolaborasi.

  • Lawan Intimidasi: Lebih dari 100 negara tetap menjalin hubungan ekonomi dengan Iran tanpa hambatan berarti.
  • Simbiosis Mutalisme: Perusahaan dan negara yang konsisten bermitra dengan Iran disebut akan meraup keuntungan besar.
  • Solidaritas Negara Merdeka: Iran mengajak Indonesia untuk terus meningkatkan kerja sama bilateral maupun multilateral sebagai sinyal bahwa aturan sepihak AS sudah tidak relevan di dunia modern.

Sentilan untuk Washington

Boroujerdi menutup dengan pernyataan tegas bahwa AS boleh saja bekerja sama dengan negara lain, namun mereka tidak punya hak untuk membuat “hukum rimba” bagi seluruh dunia. Menurutnya, mempererat hubungan RI-Iran adalah langkah strategis untuk melewati masa-masa sulit akibat gejolak ekonomi global saat ini. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *