APK Tertinggi, Hampir Semua Anak Kaltim Usia Sekolah Menengah Bersekolah
Samarinda – Capaian Angka Partisipasi Kasar (APK) jenjang SMA/SMK di Kalimantan Timur yang menembus 95,59 persen dan tertinggi secara nasional menjadi sorotan dalam rapat internal Pemprov, Senin (30/3/2026). Namun di balik angka tersebut, Gubernur Rudy Mas’ud menegaskan pekerjaan besar belum selesai.
Menurutnya, tingginya APK memang menunjukkan akses pendidikan semakin merata. Tapi, pemerintah daerah kini dihadapkan pada tantangan yang lebih krusial, yakni memastikan kualitas pendidikan berjalan seiring dengan tingginya angka partisipasi.
Dengan capaian ini, maka berarti anak-anak usia sekolah menengah di Kaltim hampir semuanya sudah mendapatkan akses pendidikan yang baik.
“Capaian ini harus dijawab dengan kinerja nyata. Jangan berhenti di angka, tapi pastikan kualitasnya juga meningkat,” tegasnya dalam Morning Briefing di Pendopo Lamin Etam.
Wakil Gubernur Seno Aji turut mengapresiasi kinerja Dinas Pendidikan, namun mengingatkan bahwa capaian tersebut harus menjadi pijakan untuk kerja lebih keras, bukan sekadar kebanggaan.
Masalah lain yang ikut disorot adalah kebutuhan percepatan program pendidikan agar target pembangunan bisa tercapai tepat waktu. Gubernur meminta seluruh perangkat daerah bekerja lebih terukur dan agresif, terutama dalam perencanaan awal.
“Target harus jelas, terukur, dan dikejar dengan effort dua kali lipat,” ujarnya.
Di sisi lain, tekanan fiskal akibat berkurangnya transfer pusat ke daerah juga menjadi perhatian serius. Kondisi ini memaksa Pemprov Kaltim mencari sumber pendapatan baru untuk menopang program, termasuk sektor pendidikan.
Gubernur mendorong optimalisasi potensi pajak daerah seperti pajak alat berat dan pajak air permukaan yang dinilai belum tergarap maksimal.
Ia juga menegaskan, kritik publik terhadap kinerja pemerintah tidak boleh dihindari, melainkan dijadikan pemicu untuk meningkatkan kinerja.
“Sekarang bukan waktunya terus berdebat, sekarang waktunya bekerja,” tandas Rudy.