APBN Hadir! Pelaku Usaha Kaltim Diguyur Modal KUR Rp4,6 Triliun
Samarinda, nusaetamnews.com : Angin segar buat para pejuang cuan di Kalimantan Timur! Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kaltim baru saja merilis alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2026 yang angkanya nggak main-main: Rp4,6 triliun.
Dana jumbo dari APBN ini disiapkan khusus untuk 23.250 debitur pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Benua Etam. Tujuannya jelas, biar bisnis lokal makin naik kelas, daya saing makin strong, dan modal kerja serta investasi makin lancar jaya.
Skema Syariah vs Konvensional
Kakanwil DJPb Kaltim, Edih Mulyadi, menjelaskan kalau modal ini didistribusikan lewat berbagai bank, baik yang konvensional maupun syariah, biar para pengusaha punya pilihan sesuai kenyamanan masing-masing.
Berikut breakdown alokasinya:
- Bank Konvensional: Rp4,09 triliun (untuk 20.935 debitur).
- Bank Syariah: Rp504,47 miliar (untuk 2.315 debitur).
Menariknya, porsi terbesar emang disasar buat pelaku usaha mikro. Di jalur konvensional saja, ada Rp2,98 triliun yang siap diserap 18.305 pengusaha mikro. Sementara di jalur syariah, usaha kecil dapat porsi “kue” sebesar Rp304,17 miliar.
Flashback 2025: Realisasi yang Solid
Nggak cuma bicara target, performa KUR Kaltim sepanjang 2025 ternyata cukup impresif. Total dana yang sudah terserap mencapai Rp4,07 triliun dan berhasil menyentuh 52.780 debitur.
“Keberhasilan serapan ini terbukti jadi bensin buat muter roda ekonomi kerakyatan di Kaltim,” ungkap Edih di Samarinda, Minggu (8/3).
Gak Cuma Buat Dagang, Ada Juga Buat Renovasi & Pekerja Migran
Program KUR 2026 ini juga makin inklusif dengan berbagai fasilitas tambahan yang relate sama kebutuhan lapangan:
- KUR Demand Rumah: Buat kamu yang mau renovasi atau bangun rumah untuk tempat usaha (Realisasi 2025 mencapai Rp39,33 miliar).
- Suplai Rumah: Fasilitas modal investasi khusus UMK.
- KUR Pekerja Migran (TKI): Pinjaman buat modal awal calon pahlawan devisa yang mau berangkat ke luar negeri.
Dengan bunga yang diringankan oleh pemerintah, harapannya pelaku usaha bisa lebih fokus scale up bisnis tanpa pusing mikirin cicilan yang mencekik. (ant/one)