APBD Kutim Drop Rp4,8 T! Sekda Ngotot TPP ASN Nggak Boleh Dipangkas Jauh
SANGATTA (nusaetamnews.com)Bad news datang dari Kutai Timur (Kutim). Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kutim tahun 2026 diproyeksikan akan turun signifikan hingga sekitar Rp4,8 triliun. Ini tentu ngasih pressure besar ke semua pos belanja, terutama belanja pegawai.
Tapi, ada kabar baik dari Sekda Kutim, Rizali Hadi. Dia negasin bakal fight agar Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kutim nggak terpangkas drastis.
“Saya masih memikirkan bagaimana caranya kita mempertahankan TPP itu tidak turun,” ujar Sekda Rizali Hadi di Sangatta, Jum’at (7/11).
Belanja Pegawai di Bawah Pressure
Belanja pegawai Pemkab Kutim tahun 2025 udah mencapai Rp2,3 triliun (20,7 persen dari APBD). Dengan proyeksi penurunan APBD 2026, pos ini wajib di-adjust karena ada aturan batas maksimum belanja pegawai nggak boleh melebihi 30 persen dari APBD.
Rizali mengungkapkan timnya lagi nyari formula ajaib biar penurunan APBD nggak otomatis motong tunjangan ASN secara besar-besaran.
“Saya akan tetap masih berupaya bagaimana TPP ini, kalaupun turun tetapi tidak terlalu jauh,” tegasnya.
Jumlah ASN Bengkak, Need Calculation
Challenge makin berat karena komposisi ASN di Kutim makin banyak.
- Total ASN: Lebih dari 5.676 orang.
- Baru Diangkat: Pada tahun 2024, seluruh honorer (4.303 orang) diangkat jadi PPPK, plus ada 280 formasi PNS baru.
Rizali Hadi confirm mereka lagi ngitung ulang komposisi ASN (PNS dan PPPK) ini buat mastikan penyesuaian belanja tetap fair dan sesuai kemampuan keuangan daerah. Semoga TPP-nya aman, Guys! (ant/one)