Subscribe

Anti-Wacana! IKN All-Out Amankan Wilayah dari Banjir: Normalisasi Sungai Hingga Bangun Bendungan

2 minutes read

Penajam Paser Utara, nusaetamnews.com : Gak cuma fokus bangun gedung-gedung estetik, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) juga lagi pasang mode serius buat urusan mitigasi banjir. Memasuki tahun 2026, penanganan luapan air di wilayah Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara jadi prioritas nomor satu.

“Tahun ini fokus kita adalah eksekusi penanganan banjir,” tegas Alimuddin, Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Senin (12/1).

Strategi “Keroyokan” Biar Gak Tergenang

Gak main sendiri, Otorita IKN berkolaborasi bareng Kementerian PU, Balai Wilayah Sungai (BWS) Kaltim, dan pemerintah daerah setempat. Misinya jelas: Sinkronisasi program supaya penanganannya gak setengah-setengah.

Berikut checklist proyek yang lagi digarap:

  • Normalisasi & Revitalisasi Sungai: Sungai-sungai yang mulai dangkal (sedimentasi) dibersihkan dan diperlebar biar daya tampung airnya makin maksimal.
  • Infrastructure Upgrade: Pembangunan bendungan, perbaikan drainase, hingga pembuatan embung (kolam retensi) dilakukan secara bertahap.
  • Master Plan Terpadu: Penyusunan rencana induk pengendalian banjir yang lebih adaptif dengan perubahan iklim.

Tantangan Curah Hujan & Air Pasang

Kawasan seperti Kecamatan Sepaku memang sudah lama jadi “langganan” banjir. Alimuddin mengungkapkan ada tiga faktor utama penyebabnya: curah hujan tinggi, fenomena air pasang, dan pendangkalan sungai. Inilah yang jadi alasan kenapa normalisasi sungai jadi agenda yang gak bisa ditawar lagi.

Green Movement: Ajak Warga “Melek” Lingkungan

Otorita IKN sadar kalau infrastruktur keren aja gak cukup tanpa dukungan warganya. Makanya, mereka juga rutin bikin kampanye edukasi:

  1. Stop Buang Sampah Sembarangan: Biar saluran drainase gak mampet.
  2. Pelestarian Alam: Mengurangi dampak aktivitas manusia yang bisa memicu banjir.
  3. Kesadaran Komunal: Ngajak warga jaga lingkungan sekitar agar tetap asri dan berfungsi sebagai daerah resapan air.

“Perbaikan infrastruktur pendukung, seperti jembatan dan embung di beberapa wilayah juga dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi,” tutup Alimuddin. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *