Anti-Ribet! Berau Punya Hatchery Mandiri, Petambak Udang Gak Perlu Impor Benur Lagi
Berau, nusaetamnews.com : Kabar gembira buat para petambak di Kabupaten Berau! Gak perlu lagi pusing nunggu kiriman benih udang (benur) dari luar daerah yang rawan mati di jalan. Pemerintah Kabupaten Berau bareng Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) baru saja meluncurkan kolaborasi keren: revitalisasi hatchery udang windu di SMK Negeri 3 Tanjung Batu.
Proyek ini makin spesial karena jadi investasi perdana dari Biru Fund, sebuah program pembiayaan inklusif yang melibatkan siswa SMK jurusan perikanan untuk memproduksi benih udang berkualitas tinggi secara lokal.
Solusi Cerdas Buat Masalah Klasik
Selama ini, petambak di Berau sangat bergantung pada pasokan benur dari Surabaya atau Tarakan. Masalahnya, pengiriman jauh bikin risiko kematian benur tinggi dan kualitasnya jadi gak pasti.
Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid, menyebut kolaborasi ini sebagai terobosan ekonomi kerakyatan.
“Ini inovasi nyata untuk menjawab kebutuhan mendasar petambak kita. Dengan adanya hatchery lokal, kualitas benur lebih terjaga dan produksinya lebih akurat,” ujar Majid, Jumat (10/04/2026).
Skema “Biru Fund”: Pinjaman Bunga 0%
Gak cuma soal teknologi, program ini juga bawa angin segar buat urusan dompet petambak. Direktur Program Kelautan YKAN, Muhammad Ilman, menjelaskan keunggulan skema Biru Fund:
- Bunga 0%: Petambak bisa akses pembiayaan tanpa beban bunga.
- Masa Tenggang 10 Bulan: Gak perlu buru-buru bayar di awal siklus.
- Sistem Profit Sharing: Pengembalian dana dihitung berdasarkan persentase keuntungan panen. Jadi, tekanan finansial petambak di awal jadi jauh lebih ringan.
Edukasi Sekaligus Konservasi
Selain bantu petambak, program ini jadi tempat praktik langsung bagi siswa SMKN 3 Tanjung Batu. Mereka belajar transformasi teknologi budi daya air payau secara real, sekaligus mendukung program inovasi daerah seperti Kawan Baik, Sang Ratu, dan Sipuri.
Kenapa Ini Keren?
- Mandiri Benih: Berau gak ketergantungan lagi sama daerah lain.
- Link and Match: Dunia pendidikan (SMK) langsung nyambung dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
- Bisnis Berkelanjutan: Menggabungkan aspek konservasi alam dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Model kerja sama ini diharapkan bisa direplikasi di wilayah lain agar ekonomi biru di Kalimantan Timur makin menyala! (ant/one)