Anti ‘Numpuk’ di Akhir Tahun! Kutim Siapkan 4 Jurus Maut Percepat Realisasi APBD 2026
SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) nggak mau lagi terjebak drama serapan anggaran yang menumpuk di akhir tahun. Memasuki awal 2026, Pemkab Kutim langsung tancap gas dengan merumuskan empat strategi utama agar penggunaan APBD lebih efektif, efisien, dan tentunya “sat-set”.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Kutim, Noviari Noor, membeberkan jurus-jurus ini dalam Rapat Pengendalian Operasional Kegiatan (Radalok) Triwulan I.
“Kita sudah punya empat strategi inti untuk mendorong percepatan APBD 2026. Tujuannya jelas: mengubah pola lama yang biasanya anggarannya baru cair numpuk di akhir tahun,” ujar Noviari di Sangatta, Rabu (7/1/2026).
1. Readiness Criteria: Beres Sejak Awal
Strategi pertama adalah memastikan semua perencanaan dan dokumen pendukung (readiness criteria) sudah tuntas sejak awal tahun. Jadi, nggak ada lagi cerita proyek tertunda atau dialihkan cuma gara-gara urusan dokumen yang belum lengkap.
2. War Room & Tim Percepatan PBJ
Kutim kini punya “Markas Komando” baru! Strategi kedua fokus pada peningkatan kapasitas pengadaan barang dan jasa. Pemkab membentuk Tim Percepatan dan menyiapkan War Room PBJ sebagai pusat pantauan. Di sini, mulai dari proses tender, e-katalog, hingga progres vendor bakal dipantau secara ketat untuk meminimalkan hambatan teknis.
3. Dashboard Monitoring (Sistem Peringatan Dini)
Nggak mau ketinggalan zaman, strategi ketiga adalah penerapan dashboard monitoring harian. Sistem ini berfungsi sebagai early warning system yang menyajikan data real-time:
- Perangkat daerah mana yang realisasinya lambat.
- Paket pekerjaan yang gagal tayang.
- Belanja sosial yang tertunda.
Data ini bisa diakses langsung oleh pimpinan daerah sebagai dasar ambil keputusan cepat.
4. Sinergi & Komitmen Perangkat Daerah
Strategi terakhir adalah soal mentalitas. Noviari menekankan pentingnya komitmen bersama seluruh perangkat daerah untuk punya visi yang sama dalam mengeksekusi anggaran.
Target: 20 Persen di Triwulan Pertama
Langkah-langkah gahar ini punya target konkret. Pada awal tahun anggaran 2026 ini, Pemkab Kutim mematok minimal 20 persen realisasi anggaran sudah tercapai di triwulan pertama.
“Kita targetkan triwulan pertama sudah 20 persen. Ini cara kita menghindari kendala serapan anggaran yang jadi ‘penyakit’ tahun-tahun sebelumnya,” tegas Noviari.
Dengan sistem yang lebih transparan dan terpantau, warga Kutim diharapkan bisa merasakan manfaat pembangunan lebih awal di tahun ini! (ant/one)