Anggaran “Ngetat”, Pemkot Samarinda Tetap All-Out Lawan Banjir di 2026!
Samarinda, nusaetamnews.com : Meskipun kondisi dompet daerah lagi ada penyesuaian (efisiensi anggaran), Pemerintah Kota Samarinda nggak mau kasih kendor soal urusan pengendalian banjir. Kota Tepian ini tetap menjadikan urusan “bebas genangan” sebagai prioritas utama di tahun 2026.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefudin Zuhri, menegaskan bahwa keterbatasan fiskal bukan alasan untuk berhenti membangun. Fokusnya jelas: infrastruktur anti-banjir dan upgrade kualitas SDM.
“Kita jalan terus pakai kemampuan keuangan yang ada. Fokusnya tetap di penanggulangan banjir dan pengembangan sumber daya manusia,” ujar Saefudin, Minggu (11/1).
Proyek yang Lagi “On Progress”
Meski ikat pinggang harus ditarik lebih kencang, beberapa aksi nyata sudah dilakukan di lapangan:
- Jalan Lempake Jaya: Pengerukan sedimentasi sungai biar aliran air makin lancar.
- Jalan Juanda: Pemeliharaan rutin saluran drainase.
- Jalan Untung Suropati: Cleaning besar-besaran di saluran drainase utama.
Imbas Efisiensi: Program Probebaya Kena Dampak
Kebijakan efisiensi dari pusat ternyata cukup terasa pengaruhnya. Salah satu yang paling kelihatan adalah Program Probebaya (Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat) yang biasanya gaspol, sekarang terpaksa pakai skema dua termin.
“Tagih” Janji Pusat Soal Dana Bagi Hasil
Situasi ini bikin Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, angkat suara. Ia mendorong Kementerian Keuangan segera merealisasikan penambahan anggaran, terutama buat daerah yang kena potongan Dana Bagi Hasil (DBH).
Menurut Deni, wajar banget kalau Kalimantan Timur (Kaltim) dapat perhatian lebih. Bayangin aja, kontribusi Kaltim ke kas negara itu tembus angka fantastis: Rp800 triliun per tahun!
“Kita masih nunggu janji Kemenkeu. Harapannya di triwulan awal tahun ini ada tambahan dana transfer. Penanganan banjir itu hajat hidup orang banyak, nggak boleh terhenti meski lagi efisiensi ketat,” tegas Deni. (ant/one)