Subscribe

Amankan Stok Pangan Jelang Lebaran 2026, Pemkab Kubar ‘All Out’ Pantau Harga Pasar

2 minutes read

Sendawar, nusaetamnews.com :  Menyambut Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) nggak mau kecolongan soal urusan perut warga. Pemkab Kubar resmi memperketat sinergi lintas sektor demi memastikan stok bahan pokok tetap aman dan harganya nggak “bikin kantong bolong.”

Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, menegaskan bahwa kolaborasi ini krusial mengingat demand masyarakat biasanya melonjak drastis menjelang hari besar. Kondisi ini sering kali memicu fluktuasi harga yang liar jika tidak dikawal ketat.

“Kita butuh langkah antisipatif lewat koordinasi dan pengawasan terstruktur. Sinergi ini memastikan stabilitas pasokan, harga, hingga mutu pangan tetap terjaga di tangan konsumen,” ujar Frederick di Sendawar, Sabtu (21/2).

Gerak Cepat Bareng Pusat

Tak main-main, Pemkab Kubar langsung menggandeng “pemain besar” mulai dari Kementerian Pertanian (Kementan), Badan Pangan Nasional (Bapanas), Pemprov Kaltim, hingga Bulog.

Selama tiga hari terakhir (19-21 Februari), tim gabungan yang melibatkan Tenaga Ahli Kementan Anny Mulyani dan Direktur Bapanas Maino Dwi Hartono turun langsung ke lapangan. Tujuannya jelas: memelototi rantai distribusi agar tidak ada gangguan dari daerah penghasil menuju Kubar.

Update Harga & Stok: Aman Terkendali!

Berdasarkan hasil sidak di lapangan, kabar baiknya adalah stok beras, gula, minyak goreng, hingga daging ayam dipastikan aman sampai lebaran nanti. Namun, beberapa komoditas emang lagi “hobi” naik-turun alias fluktuatif.

Berikut spill harga terbaru di pasar Kutai Barat:

  • Cabai Rawit: Rp80.000/kg (masih fluktuatif)
  • Cabai Merah Besar: Rp97.000/kg
  • Beras SPHP: Rp65.500/sak (kemasan 5 kg)
  • Bawang Merah & Putih: Kisaran Rp35.000/kg
  • Gula Pasir: Rp18.000/kg
  • Minyak Goreng: Rp20.000/liter

No Mercy untuk Penimbun

Selain urusan harga, Bupati Frederick juga memberi warning keras bagi para oknum yang berniat main mata. Pengawasan bakal menyasar level grosir hingga pengecer untuk mencegah praktik penimbunan barang atau permainan harga sepihak.

“Giat ini adalah komitmen kita untuk memperkuat sistem pengawasan pangan secara menyeluruh, dari produsen sampai ke piring masyarakat,” tutupnya. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *