Subscribe

Alarm Keras dari Lambung Mangkurat

2 minutes read

Penggerebekan sebuah rumah yang dijadikan tempat produksi narkotika di Jalan Lambung Mangkurat, Samarinda, beberapa waktu lalu, bukan sekadar keberhasilan aparat penegak hukum dalam menjalankan tugasnya. Lebih dari itu, temuan ini adalah alarm keras bagi seluruh lapisan masyarakat Kalimantan Timur bahwa ancaman narkoba telah berevolusi dari sekadar wilayah peredaran menjadi wilayah produksi.

Pabrik rumahan (home industry) memiliki tingkat bahaya yang jauh lebih laten dibandingkan penyelundupan lintas batas. Mengapa demikian? Karena ia memangkas rantai distribusi, menurunkan harga pasar, dan yang paling mengerikan: ia bersembunyi di balik pagar tetangga kita.

Kewaspadaan yang Mengendur

Fenomena di Lambung Mangkurat menunjukkan adanya celah dalam pengawasan lingkungan. Kota Samarinda, dengan karakteristik permukiman yang padat, seharusnya memiliki sistem deteksi dini berbasis masyarakat yang kuat. Namun, ketika sebuah rumah bisa memproduksi zat terlarang tanpa terendus dalam waktu tertentu, kita patut bertanya: Ke mana fungsi pengawasan RT, tokoh masyarakat, dan kepedulian antar-tetangga?

Sikap “masa bodoh” atau individualisme perkotaan sering kali menjadi celah yang dimanfaatkan oleh para pelaku kriminal. Rumah produksi narkoba tidak memerlukan pabrik besar dengan cerobong asap; mereka hanya butuh ruangan tertutup dan lingkungan yang tidak acuh.

Strategi Baru Melawan Narkoba

Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan pola lama dalam pemberantasan narkoba. Ada tiga poin krusial yang harus segera diperkuat:

  1. Intelijen Berbasis Komunitas: Kepolisian dan BNN perlu mempererat sinergi dengan pengurus lingkungan (RT/RW) untuk mengenali aktivitas mencurigakan, seperti bau kimia yang menyengat atau aktivitas keluar-masuk orang asing di jam-jam tidak wajar.
  2. Pemetaan Wilayah Rawan: Samarinda perlu melakukan pemetaan ulang terhadap kawasan padat penduduk yang rentan menjadi persembunyian industri gelap.
  3. Edukasi Dampak Bahan Kimia: Masyarakat perlu diedukasi bahwa limbah dari pembuatan narkoba rumahan sangat beracun dan membahayakan kesehatan lingkungan sekitar.

Bisa dibilang,Kasus di Lambung Mangkurat adalah luka bagi citra Kota Tepian, namun sekaligus menjadi momentum untuk berbenah. Narkoba bukan lagi musuh yang datang dari luar provinsi atau luar negeri semata, ia bisa jadi sedang diracik tepat di sebelah rumah kita.

Negara tidak boleh kalah, namun negara juga tidak bisa bekerja sendiri. Ketahanan keluarga dan kepedulian lingkungan adalah benteng terakhir yang harus kita perkuat jika tidak ingin masa depan generasi muda Samarinda tumbang oleh racun yang diproduksi di dapur tetangganya sendiri. ( setia wirawan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *