Subscribe

Akhirnya Terang! Warga Pesisir Labuangkallo Kaltim Kini Tak Lagi Andalkan Obor

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Kabar baik datang dari Desa Labuangkallo, Kabupaten Paser. Setelah sekian lama diselimuti kegelapan saat malam tiba, warga di wilayah pesisir terisolir ini akhirnya bisa menikmati akses listrik berkat bantuan teknologi tenaga surya dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Pemprov Kaltim menyalurkan 40 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya – Alat Penyalur Daya Listrik (PLTS APDAL). Langkah ini jadi oase bagi warga yang selama ini terpinggirkan dari akses energi nasional.

Menembus Hutan Bakau Demi Cahaya

Akses menuju Desa Labuangkallo memang bukan perkara mudah. Terletak di Kecamatan Tanjung Harapan, desa ini dikelilingi kawasan tambak yang hanya bisa ditembus menggunakan perahu khusus melalui hutan bakau selama 15 menit.

Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto, menceritakan betapa kontrasnya kehidupan warga sebelum bantuan ini masuk. Untuk sekadar melihat di malam hari, warga hanya bergantung pada lampu sumbu, pelita, hingga obor.

“Penyaluran PLTS APDAL ini adalah upaya kami memastikan seluruh warga Kaltim, termasuk di kawasan sulit dijangkau, mendapatkan hak dasar berupa energi listrik yang memadai,” ujar Bambang di Samarinda, Senin (12/1).

Spesifikasi “Gahar” untuk Kebutuhan Rumah Tangga

Meski bersifat mandiri (off-grid), unit APDAL yang dibagikan punya spesifikasi yang cukup mumpuni untuk skala rumahan:

  • Kapasitas Panel: 400 Watt Peak (Wp).
  • Daya Simpan Baterai: 1.000 Watt Hour (Wh).

Dengan daya sebesar itu, warga tak hanya bisa menyalakan lampu, tapi juga mendukung aktivitas produktif lainnya di malam hari. Program ini sendiri merupakan bagian dari janji politik Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim untuk meratakan infrastruktur hingga ke pelosok (“Jospol”).

Harapan Baru dari Energi Terbarukan

Hadirnya listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) ini diharapkan jadi game changer bagi kualitas hidup masyarakat pesisir. Selain lebih ramah lingkungan, operasionalnya pun lebih praktis untuk daerah yang sulit dijangkau kabel transmisi konvensional. “Kehadiran listrik ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang selama ini terbatas oleh minimnya infrastruktur energi,” tutup Bambang. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *