Subscribe

AFC Beri Warning Keras ke Pemerintah Malaysia: Jangan Coba-coba Campuri Urusan FAM!

2 minutes read

Jakarta – Drama di dunia sepak bola Malaysia makin memanas, Guys! Setelah kasus pemalsuan dokumen yang melibatkan tujuh pemain heritage, hubungan antara Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dan FIFA kembali jadi sorotan.

Kini, giliran Sekretaris Jenderal Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Datuk Seri Windsor Paul John, yang angkat bicara dan memberikan peringatan super keras kepada Pemerintah Malaysia untuk TIDAK mencampuri urusan internal FAM!

Krisis Boleh, Intervention Jangan!

Peringatan ini muncul karena adanya risiko keterlibatan pemerintah yang bisa melanggar regulasi FIFA. Windsor menegaskan bahwa otoritas eksekutif tidak punya hak menekan petinggi asosiasi.

“Walaupun FAM sedang berkrisis, kementerian atau menterinya tidak boleh mengarahkan pejabat FAM agar meletakkan jawatan (jabatan). Mereka tidak boleh, karena mereka dipilih oleh afiliasi anggota,” kata John, dikutip dari New Straits Times, Kamis.

Ia mendukung penuh pengamat olahraga Datuk Christopher Raj, yang meminta Kementerian Pemuda dan Olahraga Malaysia (KBS) berhati-hati dan jangan sampai melewati batas yang bisa dikategorikan sebagai campur tangan politik.

Jabatan FAM Dipilih, Bukan Ditunjuk Pemerintah!

Windsor menekankan rule utamanya: Kepemimpinan FAM dipilih oleh para afiliasi anggota melalui kongres, bukan ditunjuk atau dipaksa mundur oleh pemerintah.

Menurutnya, Pemerintah memang stakeholder penting di sepak bola, tapi peran mereka adalah mendukung pengembangan, bukan mengatur administrasi asosiasi.

“Mereka tidak boleh campur tangan, tidak boleh memberi arahan, tidak boleh mempengaruhi,” tegasnya, sambil mengingatkan pentingnya menjaga integritas asosiasi sesuai regulasi FIFA. Bahkan, salah tafsir dari pernyataan resmi pun bisa dianggap sebagai bentuk intervention!

 Belajar dari Tetangga: Brunei Kena Skorsing!

Saat ditanya soal contoh terbaru, Windsor langsung menunjuk ke kawasan Asia Tenggara sendiri.

“Baru-baru ini, Brunei. Ada campur tangan pihak ketiga dalam proses pemilihan. FIFA dan AFC sudah membentuk komite normalisasi,” ungkapnya, merujuk pada kejadian dalam dua bulan terakhir.

Ia menjelaskan bahwa keterlibatan pihak ketiga dalam proses pemilihan kepemimpinan asosiasi secara langsung menggangu tata kelola dan memaksa FIFA/AFC turun tangan untuk memulihkan struktur administrasi dengan komite normalisasi.

Intinya: Malaysia harus jalan di jalur yang benar. Kalau tidak, sanksi tegas dari FIFA siap menanti! (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *