Adios, El Maestro! Kalah di El Clasico, Real Madrid Resmi Tendang Xabi Alonso
Madrid, nusaetamnews.com : Gempa di Santiago Bernabeu! Real Madrid resmi mengakhiri kerja sama dengan Xabi Alonso sebagai pelatih kepala. Keputusan drastis ini diambil hanya selang sehari setelah Los Blancos dihajar musuh bebuyutan, Barcelona, di final Piala Super Spanyol yang digelar di Arab Saudi, Senin (12/1).
Pengumuman ini dirilis secara resmi melalui situs klub pada Selasa malam waktu setempat. Manajemen Madrid menyebutkan bahwa pemisahan ini dilakukan atas dasar kesepakatan bersama (mutual consent).
Dari Masterclass ke Kursi Panas
Xabi Alonso sejatinya datang dengan ekspektasi setinggi langit pada 1 Juni 2025. Modal menterengnya di Bayer Leverkusen—mulai dari domestic double hingga final Liga Europa—sempat bikin Madridista yakin dia adalah “The Chosen One”.
Awalnya, perjalanan Alonso di Madrid tampak mulus bak jalan tol:
- Membawa Madrid ke semifinal Piala Dunia Antarklub 2025.
- Menyapu bersih 13 dari 14 pertandingan awal musim dengan kemenangan.
- Hanya sekali terpeleset saat dihajar Atletico Madrid 2-5 pada September lalu.
Efek Domino Pasca-Liverpool
Mimpi indah Alonso mulai berubah jadi mimpi buruk sejak kekalahan tipis 0-1 dari Liverpool pada 4 November. Hasil itu memicu rentetan tren negatif: Madrid cuma bisa menang dua kali dari delapan laga setelahnya.
Meski sempat mencoba bangkit dengan mengamankan lima kemenangan beruntun belakangan ini, kekalahan di partai final melawan Barca dan selisih empat poin di klasemen La Liga dari sang rival abadi menjadi “paku terakhir” di peti mati karier kepelatihannya di Madrid.
Tetap Menjadi Legenda
Walaupun harus angkat kaki secara prematur, Madrid menegaskan bahwa status Alonso sebagai legenda klub tidak akan berubah.
“Alonso akan selalu mendapat tempat istimewa di hati para Madridista. Real Madrid akan selalu menjadi rumah baginya,” tulis pernyataan resmi klub sebagai bentuk penghormatan. (ant/one)
Stats Checklist: Xabi Alonso x Real Madrid
- Tenure: Juni 2025 – Januari 2026.
- Peak Performance: 13 kemenangan dalam 14 laga pembuka.
- Low Point: Kalah di Final Piala Super Spanyol & tertinggal 4 poin dari Barca di La Liga.