Subscribe

Gaspol! Pemkot Samarinda Amankan Stok Pangan & Elpiji Jelang Ramadan 1447 H

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Menjelang bulan suci Ramadan 1447 H, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda nggak mau kecolongan soal urusan perut warga. Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menginstruksikan seluruh jajaran perangkat daerah untuk bergerak lebih cepat dan solid demi menjaga stabilitas harga pangan.

“Momentum puasa tahun ini harus jadi penguat sinergi. Kita harus kerja lebih cepat dan responsif terhadap dinamika harga di pasar,” tegas Saefuddin di Samarinda, Kamis.

Pantau Data, Cegah Harga ‘Terbang’

Pemkot Samarinda kini menerapkan strategi berbasis data agar intervensi pasar nggak salah sasaran. Merujuk pada data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kemendagri minggu kedua Februari 2026, ada dua komoditas yang jadi “tersangka” utama kenaikan harga nasional: cabai rawit (naik 16,60%) dan daging ayam ras.

“Pemerintah harus hadir sebelum harga melonjak. Kalau cabai dan ayam mulai naik secara nasional, kita di daerah harus gercep pastikan stok aman dan distribusi lancar,” tambah Saefuddin.

Kabar baiknya, beberapa kebutuhan dapur justru lagi “adem” alias turun harga:

  • Bawang Merah: Turun 5,86%
  • Telur Ayam: Turun 1,62%
  • Minyak Goreng & Minyakita: Kompak turun di kisaran 0,77% – 2,87%

Stok Melimpah: Dari Ikan Sampai Beras

Biar warga nggak panic buying, Pemkot buka-bukaan soal cadangan pangan yang dikelola BUMD dan Bulog:

  1. Ayam & Telur: Perumda Varia Niaga punya stok ayam beku 35 ton (plus pasokan rutin 15 ton/minggu) dan 21.400 butir telur.
  2. Ikan: Stok ikan tangkap dan budidaya mencapai total lebih dari 63.000 kg.
  3. Sembako (Bulog): Beras medium tersedia 7.650 ton, beras premium 233 ton, hingga minyak goreng yang melimpah sebanyak 13.764 ton.

Karena Samarinda bukan daerah produsen utama, strategi “Kolaborasi Lintas Daerah” jadi kunci. Saat ini sudah ada 10 MoU dengan daerah penghasil untuk menjamin pasokan bawang, cabai, hingga ikan tetap mengalir lancar ke Kota Tepian.

Sidak Elpiji: Takaran Aman!

Bukan cuma urusan piring, urusan dapur juga dipelototi. Pemkot bareng tim Metrologi wilayah Banjarmasin sudah melakukan sidak mendadak (sidak) ke distribusi LPG 3 kg dan 5 kg.

Hasilnya? Takaran dipastikan pas dan sesuai aturan. Saefuddin pun memberi peringatan keras: Jangan coba-coba menimbun LPG! Pengawasan ketat bakal terus dilakukan sampai Idul Fitri nanti.

Gerakan Pangan Murah & ‘Self-Healing’ di Kebun

Sebagai solusi jangka panjang, Dinas Ketahanan Pangan makin gencar mengadakan Gerakan Pangan Murah (GPM). Warga juga diajak untuk mandiri lewat program Pangan Pekarangan Lestari (P2L).

“Yuk, manfaatkan pekarangan rumah untuk tanam cabai sendiri. Selain bikin lingkungan asri, kantong juga lebih aman saat harga pasar lagi fluktuatif,” pungkasnya. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *