Gak Cuma Kasih Instruksi, Bupati Kukar Pimpin Langsung Aksi “Pungut Sampah” Demi Sukseskan Indonesia ASRI
Tenggarong, nusaetamnews.com : Ada pemandangan beda di kawasan perkantoran Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) hari ini. Bukan cuma duduk di balik meja, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri turun langsung memungut sampah dan mencabuti rumput liar. Aksi ini merupakan bagian dari gerakan gotong royong serentak di seluruh OPD, BUMD, hingga area publik di Tenggarong.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk dukungan konkret terhadap Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang menjadi salah satu arahan utama Presiden Prabowo Subianto.
“Hari ini kita gerak bareng di instansi pemerintah, BUMD, sampai rumah ibadah. Kita ingin budaya bersih dan asri ini naik kelas, biar kerja makin nyaman dan lingkungan jadi sehat,” ujar Aulia Rahman di sela-sela aksi bersih-bersih di Masjid At Taqwa, Rabu (18/2).
Sambut Ramadan dengan Budaya Bersih
Momentum ini juga dimanfaatkan Bupati untuk mengajak warga bersiap menyambut bulan suci Ramadan. Menurutnya, lingkungan yang bersih adalah cermin dari keimanan sekaligus bentuk persiapan mental bagi umat Muslim sebelum memasuki bulan puasa.
“Kebersihan itu sebagian dari iman. Kita siapkan diri dan lingkungan biar ibadah Ramadan nanti makin khusyuk,” tambahnya.
Efek Domino Lingkungan Kerja yang “Glowing”
Bagi Aulia, kantor yang bersih bukan sekadar urusan estetika, tapi berkaitan erat dengan kualitas pelayanan publik. Ada beberapa alasan kenapa gerakan ini jadi krusial:
- Meningkatkan Produktivitas: Lingkungan kerja yang sehat dan indah bikin pegawai makin nyaman beraktivitas.
- Pelayanan Prima: Memberikan kesan positif dan rasa nyaman bagi masyarakat yang datang mengurus administrasi.
- Tanggung Jawab Kolektif: Kebersihan bukan cuma tugas cleaning service, tapi kewajiban seluruh pegawai.
Bakal Jadi Agenda Rutin Tiap Pekan
Aulia Rahman menegaskan aksi ini nggak boleh berhenti di sini saja. Ia menginstruksikan seluruh instansi dan BUMD untuk menjadikan gotong royong sebagai agenda rutin, minimal seminggu sekali.
Ke depannya, Pemerintah Daerah (Pemda) Kukar berencana memperluas jangkauan gerakan ini ke taman kota, pasar, hingga sekolah dengan menggandeng organisasi masyarakat (ormas), pelajar, serta komunitas lingkungan.
“Kita ingin ciptakan kesadaran kolektif. Lingkungan yang tertata adalah bagian dari pelayanan terbaik kita untuk rakyat,” pungkas Aulia.(ant/one)