Solar Subsidi Cair! Kapal Sungai Samarinda-Mahulu Kembali “Ngegas”
SAMARINDA – Kabar lega buat warga yang sering mondar-mandir Samarinda–Melak–Mahakam Ulu lewat jalur sungai. Setelah sempat terkendala, penyaluran solar subsidi untuk kapal angkutan penumpang dan barang kini resmi berjalan normal kembali.
Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, turun langsung mengecek Dermaga Mahakam Ulu dan SPBB Samarinda, Selasa (10/2/2026), untuk memastikan nggak ada lagi kapal yang “parkir” gara-gara urusan BBM.
22 Kapal Siap Operasi (Lagi)
Dari total 23 kapal yang ada, 22 kapal dipastikan sudah bisa meluncur seperti biasa. Sisanya? Tinggal tunggu kelengkapan admin saja.
“Kemarin 13 kapal sudah clear, lalu menyusul 9 kapal lagi yang dokumennya lengkap sore ini. Besok (Rabu) persetujuannya langsung kita keluarkan. Pokoknya satu hari setelah dokumen lengkap, langsung beres!” tegas Wahyudi.
Aturan Main: No Dokumen, No Solar Subsidi
BPH Migas nggak mau main-main soal target sasaran. Solar subsidi cuma dikasih buat kapal yang “taat aturan”. Syaratnya simpel tapi wajib:
- Punya izin operasi aktif.
- Punya sertifikat keselamatan yang masih berlaku.
- Lolos verifikasi administrasi dari Dishub Kaltim dan Ditjen Perhubungan Darat.
Ini dilakukan bukan buat ribet, tapi demi keamanan penumpang dan memastikan BBM subsidi nggak jatuh ke tangan yang salah.
Efek Domino: Harga Kebutuhan Bakal Stabil
Kepala Dishub Kaltim, Yusliando, mengapresiasi gerak cepat ini. Menurutnya, kalau transportasi sungai lancar, urusan perut warga di Kutai Barat dan Mahakam Ulu juga aman.
“Kalau kapal jalan, ekonomi berputar lagi. Harapannya harga-harga barang di sana bisa kembali normal karena ongkos angkutnya pakai BBM subsidi,” kata Yusliando.
Salah satu contoh nyatanya terlihat di KM Barokah 08 trayek Samarinda-Melak yang sudah mengisi 2.200 liter solar untuk satu kali perjalanan pulang-pergi.(ant/one)