Subscribe

APBD Kaltim Turun Rp6 Triliun, Gubernur Rudy Mas’ud: “Stop Manja sama Pusat!”

2 minutes read

Bali, nusaetamnews.com : Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, baru saja melempar “alarm keras” buat seluruh jajaran pemerintah daerah. Di depan forum Bapenda wilayah Indonesia Tengah dan Timur di Bali, Kamis (12/2/2026), Rudy blak-blakan soal kondisi dompet daerah yang lagi nggak baik-baik saja.

Penyebabnya? Dana transfer dari pusat dipangkas habis. Akibatnya, APBD Kaltim 2026 langsung terjun bebas dari Rp21,7 triliun menjadi hanya Rp15,15 triliun. Ada lubang sebesar Rp6,5 triliun yang harus ditutup kalau nggak mau pembangunan macet.

Kemandirian Fiskal: Harga Mati!

Rudy menegaskan kalau momen ini adalah wake-up call. Daerah nggak bisa lagi cuma duduk manis menunggu “jatah” dari Jakarta.

“Kita tidak bisa terus berharap pada dana pusat. Optimalisasi PAD (Pendapatan Asli Daerah) harus jadi kekuatan utama pembangunan. Ini bukan pilihan, tapi keharusan!” tegasnya.

Sebagai pengingat, realisasi PAD Kaltim 2025 kemarin mentok di angka 93% (Rp9,33 triliun dari target Rp10,03 triliun). Menurut Rudy, angka ini belum cukup kuat buat jadi ban serep saat dana pusat menyusut.

Berburu “Cuan” di Sektor Baru

Gubernur yang akrab disapa Harum ini minta Bapenda nggak cuma main aman. Selain mengoptimalkan sektor “pemain lama” seperti migas, tambang, dan sawit, Rudy mendorong Bapenda buat lebih agresif menjemput bola di sektor-sektor potensial:

  • Carbon Trading (Perdagangan Karbon): Potensi hijau yang menjanjikan.
  • Pajak Air Permukaan & Alat Berat: Yang selama ini mungkin belum tergarap maksimal.
  • PBBKB (Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor): Mengingatkan skema bagi hasil 70% (Kabupaten/Kota) dan 30% (Provinsi) harus makin efektif.

Ia juga menyentil Perusahaan Daerah (Perusda) agar jangan cuma jadi pajangan di struktur organisasi, tapi harus beneran kasih kontribusi nyata ke kas daerah.

Bukan Sekadar Kumpul-Kumpul

Sebagai Ketua Umum APPSI, Rudy berharap FGD di Bali ini menghasilkan output konkret, bukan cuma seremonial belaka. Ia ingin ada rekomendasi teknis yang bisa langsung dieksekusi untuk memperkuat struktur pendapatan di wilayah Tengah dan Timur Indonesia.

Turut hadir mendampingi Gubernur, Sekda Kaltim Sri Wahyuni, Plt Kepala Bapenda Bambang Erryanto, dan sejumlah pejabat strategis lainnya yang siap “bertempur” mengamankan fiskal daerah. (Ray)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *