Subscribe

Prabowo “Bersih-Bersih” Telur Busuk: Pejabat Bakal Dicopot, Mafia Saham & Lingkungan Siap-Siap Disikat!

2 minutes read

Jakarta, nusaetamnews.com : Era kompromi sepertinya mulai berakhir. Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, baru saja melempar “bom” informasi di forum China Conference Southeast Asia, Selasa (10/2) malam. Intinya: Presiden Prabowo Subianto siap menyapu bersih para oknum—alias “telur busuk”—yang selama ini jadi parasit di birokrasi dan sektor swasta.

Bye-Bye Pejabat Nakal

Hashim terang-terangan menyebut kalau aksi bersih-bersih ini sudah dimulai. Sinyal ini makin kuat menyusul mundurnya beberapa pejabat kunci di OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI) baru-baru ini.

“Sekarang tinggal masalah membersihkan ‘telur-telur busuk’ ini. Terus terang, akan ada pejabat yang dicopot dan denda besar bakal dijatuhkan,” tegas Hashim.

Target Utama: Mafia Lingkungan & “Goreng Saham”

Nggak cuma di kantoran, tindakan tegas ini juga menyasar lapangan. Berikut poin-poin “gaspol” dari pemerintah:

  • Sikat Perusak Lingkungan: Buktinya nyata! Sebanyak 28 perusahaan di Aceh, Sumut, dan Sumbar dicabut izinnya. Mereka terindikasi kuat jadi biang kerok kerusakan lingkungan yang memakan korban jiwa.
  • Teknologi Intelijen: Pemerintah nggak asal tuduh. Data yang dipakai super akurat, mulai dari satelit, drone, sampai bukti fisik di lapangan. Mau punya backing-an elit pun, izin tetap disikat kalau melanggar.
  • Lindungi Investor Ritel: Buat yang suka main saham, ini berita bagus. Hashim menyoroti praktik “goreng saham” yang sering bikin masyarakat kecil rugi bandar. Pelaku manipulasi pasar modal masuk dalam daftar hitam yang siap diproses hukum.

Prinsip Keadilan Presisi

Meski tegas, Hashim menjamin kalau ini bukan aksi “main hakim sendiri” atau sekadar ikut tekanan massa. Perusahaan yang merasa nggak bersalah punya hak buat peninjauan kembali. Tujuannya satu: Keadilan yang presisi.

“Semua opsi ada di atas meja. Kalau ada perilaku kriminal yang merugikan investor kecil, segala kemungkinan proses hukum terbuka lebar,” tambah Hashim. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *