Subscribe

Kartu PBI Mati? Jangan Panik! Dinsos Kaltim Prioritaskan Pasien Penyakit Kronis buat Reaktivasi

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com :  Masalah kartu BPJS bantuan pemerintah yang tiba-tiba nggak aktif sering banget baru ketahuan pas sudah sampai di rumah sakit. Menanggapi hal ini, Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur nggak tinggal diam. Mereka lagi memproses pengaktifan kembali (reaktivasi) kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) dengan skala prioritas.

Siapa yang didahulukan? Jawabannya: Masyarakat yang butuh layanan kesehatan non-stop.

“Kami prioritaskan mereka yang membutuhkan layanan kesehatan terus-menerus, seperti pasien hemodialisis atau cuci darah,” ungkap Kepala Dinas Sosial Kaltim, Andi Muhammad Ishak, Selasa (10/2).

Kenapa Harus Ada Reaktivasi?

Banyak warga yang kaget kartunya “mati”. Biasanya, ini terjadi karena ada pembaruan data di level pusat atau perubahan status ekonomi. Masalahnya, warga seringnya baru lapor setelah terkendala di fasilitas medis.

Nah, proses pengaktifan ini nggak bisa instan. Ada beberapa tahap “filter” yang harus dilewati:

  1. Lapor ke Dinas: Keluhan biasanya masuk via Dinas Kesehatan, tapi eksekusi datanya ada di Dinas Sosial.
  2. Verifikasi Berjenjang: Data kamu bakal dicek lagi secara faktual.
  3. Standar Ketat BPS: Tim bakal menilai kelayakan kamu berdasarkan 39 parameter kemiskinan dari BPS. Tujuannya? Biar bantuan ini benar-benar jatuh ke tangan warga yang masuk kategori desil satu sampai lima (kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah).

Angka yang Lagi Digodok

Sejauh ini, Dinas Kesehatan mencatat ada sekitar 64.000 data yang sudah masuk sistem. Namun, Dinsos Kaltim masih menunggu “lampu hijau” atau laporan resmi dari Kementerian Sosial terkait jumlah pasti Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang dikeluarkan dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) terbaru.

Langkah Selanjutnya?

Pemprov Kaltim nggak mau berlama-lama. Andi Muhammad Ishak memastikan pihaknya sudah koordinasi intensif dengan Gubernur Kaltim. Langkah teknis berikutnya adalah duduk bareng BPJS Kesehatan dan Dinsos kabupaten/kota se-Kaltim biar sinkronisasi datanya nggak meleset. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *