Subscribe

Gak Zaman Bayar Cash! Wagub Seno Aji Dorong Kaltim Jadi ‘Smart Province’ Lewat Transaksi Digital

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com :  Buat warga “Benua Etam”, siap-siap makin sering tinggalin dompet di rumah! Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, baru saja memberi instruksi tegas untuk memperkuat ekosistem transaksi non-tunai agar lebih inklusif, alias bisa dirasakan semua kalangan sampai ke pelosok.

Dalam audiensi bareng Bank Indonesia (BI) Kaltim pada Senin (9/2), Wagub Seno Aji menekankan kalau digitalisasi bukan cuma soal gaya-gayaan atau ikut tren, tapi soal keamanan dan efisiensi.

“Kita ingin transaksi non-tunai di Kaltim merata hingga ke pelosok. Angkanya sudah positif, tapi edukasi nggak boleh kendor supaya masyarakat makin nyaman pindah dari tunai ke digital,” ujar Seno Aji.

Kaltim dalam Angka: Digitalisasi Makin “Gacor”

Data terbaru hingga akhir 2025 membuktikan kalau warga Kaltim makin melek digital. Cek faktanya:

  • User QRIS: Tembus 841,6 ribu pengguna (naik terus setiap bulan!).
  • Merchant QRIS: Sudah ada 780,6 ribu toko/pedagang yang siap terima scan barcode.
  • Total Transaksi: Sepanjang 2025, perputaran uang non-tunai di Kaltim mencapai angka fantastis, yaitu Rp191,67 triliun!

Semua Daerah Sudah “Full Digital”

Kepala Perwakilan BI Kaltim, Jajang Hermawan, memberikan applause buat Pemprov Kaltim. Kerennya, seluruh pemerintah kabupaten/kota di Kaltim sekarang sudah masuk kategori “Digital” dalam pengelolaan keuangannya.

Sebagai langkah next level, BI Kaltim bakal menggelar Rakorwil P2DD (Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah) di Balikpapan. Forum ini bakal jadi ajang “adu mekanik” strategi buat memastikan infrastruktur digital Kaltim siap tempur menyambut target ekonomi 2026.

Kenapa Harus Digital?

Praktis: Gak perlu ribet cari kembalian receh. Aman: Minim risiko uang palsu atau kehilangan fisik uang. Transparan: Semua riwayat belanja tercatat rapi di aplikasi. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *