Gerak Cepat! Bupati Kutim ‘Gaskeun’ Arahan Presiden Prabowo: Dari Rumah Layak Huni hingga Hilirisasi Sawit
Kutai Timur, nusaetamnews.com : Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) nggak mau buang waktu. Menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 pekan lalu, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman langsung pasang kuda-kuda untuk eksekusi program di daerah.
“Kita langsung lakukan kajian supaya program nasional ini sinkron dengan kebutuhan lokal di Kutim,” ujar Ardiansyah di Sangatta, Senin (9/2).
Program ‘Gentengisasi’ Rasa Lokal
Salah satu yang jadi sorotan adalah program pembangunan rumah layak huni. Menariknya, Ardiansyah melirik potensi material lokal untuk menyukseskan program “gentengisasi” ini.
- Rencana: Memanggil dinas terkait untuk bedah program 1.000 rumah layak huni.
- Kearifan Lokal: Alih-alih pakai genteng standar, Kutim mempertimbangkan penggunaan sirap (kayu khas Kalimantan) yang lebih relevan dengan kondisi geografis setempat.
Waspada Cuaca Ekstrem (Mitigasi Bencana)
Gak cuma soal fisik bangunan, urusan keselamatan warga juga jadi prioritas. Mengingat peringatan BMKG soal cuaca ekstrem, Pemkab Kutim memperketat mitigasi bencana hidrometeorologi.
“Setiap daerah wajib punya plan antisipasi bencana. Kita nggak boleh lengah,” tegasnya.
Sawit Kutim Naik Kelas di KEK Maloy
Presiden Prabowo juga menekankan soal potensi sawit, dan Kutim adalah “pemain besar” di sektor ini. Ardiansyah ingin sawit Kutim nggak cuma mentok di minyak goreng, tapi lari ke produk turunan yang lebih bernilai tinggi:
- Biodiesel (Energi hijau)
- Kosmetik & Produk Kesehatan
- Pusat Industri: Mengoptimalkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy sebagai hub industri pengolahan sawit.
Saat ini, Pemkab Kutim sedang menunggu lampu hijau dan evaluasi dari Pemprov Kaltim untuk tancap gas di KEK Maloy, mengingat koordinasi kawasan ini berada di bawah kendali Gubernur. (ant/one)