Subscribe

Update Hubungan di Kaltim: Nikah Dini Turun, Tapi Angka “Sayonara” Malah Naik

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com :Dunia asmara di Kalimantan Timur lagi fluktuatif banget, nih. Data dari Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Samarinda sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren yang cukup kontras antara pernikahan dini dan perceraian.

Kabar Baik: Pernikahan Dini Makin “Gak Laku”

Angka permohonan dispensasi kawin alias pernikahan di bawah umur resmi menurun!

  • 2024: 575 perkara
  • 2025: 431 perkara

Kenapa bisa turun? Selain karena UU Perkawinan sekarang makin ketat (batas usia minimal 19 tahun buat cowok & cewek), proses di pengadilan juga makin ribet (tapi bagus!). Orang tua harus hadir di sidang buat dipastikan kalau anaknya beneran siap mental dan fisik. Good job, Kaltim!

Kabar Sedih: Cerai Gugat (Pihak Istri) Makin Meledak

Kebalikan dari nikah dini, angka perceraian justru lagi tinggi-tingginya, terutama yang diajukan oleh pihak istri (Cerai Gugat):

  • Cerai Gugat: Naik drastis dari 5.835 (2024) jadi 6.559 (2025).
  • Cerai Talak (Pihak Suami): Stabil cenderung turun tipis di angka 1.934 kasus.

Apa Sih Pemicu Retaknya “Home Sweet Home”?

Panitera PTA Samarinda, Rumaidi, nge-spill beberapa faktor utama yang bikin ketahanan keluarga goyah:

  • Ekonomi: Masalah klasik yang tetap jadi momok.
  • Pertengkaran: Ribut terus-menerus yang nggak ada ujungnya.
  • Judi Online: Nah, ini dia villain baru! Maraknya judol terbukti merusak finansial dan kepercayaan dalam rumah tangga.

Mediasi Tetap Jadi Prioritas

Tenang, pengadilan nggak langsung asal ketok palu, kok. Tiap ada perkara masuk, pengadilan wajib melakukan proses mediasi. Mereka bakal dibantu sama hakim atau mediator profesional buat coba cari jalan tengah sebelum beneran mutusin buat pisah.

Moral of the story: Membangun rumah tangga itu emang butuh persiapan matang, apalagi di tengah godaan judol dan tekanan ekonomi sekarang. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *