Subscribe

Biar Nggak Punah, Bahasa Dayak Paser Masuk Kelas! PPU Makin Serius Jaga Local Pride

2 minutes read

Penajam Paser Utara, nusaetamnews.com : Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) lagi all-in nih buat menjaga warisan leluhur. Caranya? Dengan makin memperkuat Kurikulum Muatan Lokal (Mulok) Bahasa Dayak Paser buat adik-adik kita di jenjang SD dan SMP.

Gak Cuma Sekadar Belajar, Tapi Ada “Payung”-nya!

Langkah ini bukan cuma gerakan biasa, tapi sudah diperkuat sama Perda Nomor 2 Tahun 2017 tentang Pelestarian dan Perlindungan Adat Paser. Jadi, urusan budaya di PPU itu punya landasan hukum yang kuat, bukan kaleng-kaleng!

Update Terbaru dari Kelas:

  • Sejak 2020: Bahasa Dayak Paser sudah resmi masuk jadwal pelajaran.
  • Tahun 2026: Sekarang sudah masuk ke dalam sistem penilaian. Jadi, harus beneran dipelajari biar rapornya tetap aman!
  • Revisi Buku Panduan: Nah, ini yang penting. Pemerintah lagi nyusun ulang buku panduannya bareng tokoh adat.

Kenapa Harus Direvisi?

Kepala Dikpora PPU, Andi Singkerru, bilang kalau tantangan di lapangan itu nyata banget. Karena pelajar di PPU itu asalnya dari bermacam-macam suku (nggak cuma Paser), banyak yang kesulitan kalau bukunya full bahasa daerah.

“Pelajar kita itu heterogen banget. Makanya, buku panduannya bakal dicetak ulang dengan terjemahan Bahasa Indonesia biar lebih inklusif dan gampang dimengerti sama semua siswa,” kata Andi Singkerru.

Kenapa Ini Keren?

Bahasa daerah itu ibarat identity card sebuah bangsa. Dengan adanya buku ajar yang lebih user-friendly, pemerintah berharap bahasa ibu ini nggak bakal punah meskipun zaman makin digital. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *